BAZNAS RI dan Kemenko PM Perkuat Sinergi dalam Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
26/03/2025 | Penulis: Yasfa
NikmatBerzakat TerimakasihMuzaki KuatBersamaZakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) RI, Dr. Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si, di Gedung Kemenko PM, Jakarta, baru-baru ini.
Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat kolaborasi antara BAZNAS RI dan Kemenko PM dalam upaya menanggulangi kemiskinan ekstrem serta meningkatkan pemberdayaan mustahik. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, didampingi oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, SE, MIDEc, Ak, CA, CPA, CWM, serta Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc.
Dalam kesempatan itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan pemerintah dalam mengatasi tantangan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
"BAZNAS berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Beliau juga menyoroti zakat sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik.
"Melalui berbagai program prioritas dan pemberdayaan ekonomi mustahik yang dikelola oleh BAZNAS, zakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat dan membantu mengentaskan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem," tambahnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor mengungkapkan bahwa BAZNAS telah menjalankan berbagai program pemberdayaan yang terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik.
"BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan konsumtif tetapi juga bantuan produktif. Kami memiliki program pemberdayaan UMKM dan ekonomi produktif seperti ZChicken, Zmart, ZAuto, dan ZCoffee. Kami siap berbagi pengalaman serta bekerja sama dengan Kemenko PM guna memperluas dampak positif dari program-program tersebut," jelasnya.
Selain itu, beliau menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik yang terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akan meningkatkan efektivitas penyaluran zakat.
"Kami berharap, dengan dukungan Kemenko PM, program-program BAZNAS dapat menjangkau lebih banyak mustahik dan memberikan dampak yang lebih signifikan," tutupnya.
Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia RI, Dr. Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si, menjelaskan bahwa Kemenko PM merupakan salah satu dari tujuh kementerian koordinator dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kemenko PM memiliki peran utama dalam mengoordinasikan upaya pemberdayaan masyarakat serta pengentasan kemiskinan.
Menko PM Muhaimin menyambut baik inisiatif BAZNAS dan menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan lembaga seperti BAZNAS dalam menangani kemiskinan ekstrem.
"Kerja sama antara pemerintah dan lembaga seperti BAZNAS sangat penting dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mencapai target yang telah ditetapkan," katanya.
Beliau juga menekankan pentingnya keakuratan data dalam penyaluran bantuan, dengan penggunaan DTSEN sebagai acuan utama agar bantuan dan zakat dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran.
"Kita sedang menuntaskan strategi penanggulangan kemiskinan, satu yang paling pokok dari strategi itu adalah data. Alhamdulillah, kita sudah menuntaskannya. Begitu dilantik, Presiden Prabowo langsung menginstruksikan agar data harus tunggal, tidak ada tumpang tindih. Saat ini, data kemiskinan kita diperbarui setiap tiga bulan, akurasinya terjaga, tidak ada data yang berbeda di berbagai kementerian. Ini adalah langkah awal yang telah kita selesaikan dalam penanggulangan kemiskinan," paparnya.
Muhaimin juga menambahkan bahwa sekitar 3,1 juta penduduk Indonesia masih tergolong miskin ekstrem, di mana mayoritas kepala rumah tangganya merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD).
"Data ini menunjukkan urgensi untuk segera mengambil tindakan konkret dalam mengatasi permasalahan tersebut," ujarnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama strategis antara BAZNAS RI dan Kemenko PM dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem serta memberdayakan mustahik di Indonesia.
Berita Lainnya
Aksi Mulia SDN Prayitna Galang Donasi, Hangatkan Korban Banjir Sumatera-Aceh melalui BAZNAS Lombok Tengah
BAZNAS Lombok Tengah Gelar BIMTEK UPZ: Perkuat Sinergi, Etika, dan Target Capaian ZIS 2026
Sinergi Digitalisasi Zakat: BAZNAS Lombok Timur Lakukan Studi Tiru Pengembangan IT ke BAZNAS Lombok Tengah
Peresmian RLH BAZNAS RI di Karang Sidemen: Tiga Keluarga Mustahik Kini Miliki Hunian Layak
Bagikan Bantuan Modal Usaha Produktif Kepada 16 Guru Honorer Non Sertifikasi
Sinergi untuk Rakyat: Pemda, BAZNAS Lombok Tengah, dan BPJS Kesehatan Resmikan PKS Program UHC

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
