Berita Terbaru
Pengadilan Agama Praya Geger! Ada Apa dengan Layanan Jemput Zakat BAZNAS?
Suasana di Pengadilan Agama Praya mendadak menjadi sorotan. Bukan karena perkara persidangan, melainkan kehadiran layanan jemput zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah. Dipimpin oleh M. Rudini, amil BAZNAS yang dikenal ramah dan sigap, layanan ini ternyata menyimpan cerita yang menarik perhatian banyak pihak.
Layanan jemput zakat profesi ini sebenarnya bukan hal baru. BAZNAS Lombok Tengah telah lama menjalankan program ini, menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Tujuannya sederhana, namun mulia: memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat, sekaligus mempererat silaturahmi antara BAZNAS dan umat.
Filosofi di balik layanan ini adalah bagaimana Baznas Kabupaten Lombok Tengah ingin menjemput bola, bukan menunggu masyarakat datang. Dengan jemput zakat, Baznas Kabupaten Lombok Tengah bisa lebih dekat dengan masyarakat, mengedukasi tentang pentingnya zakat, dan memastikan dana ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) tersalurkan dengan baik.
M. Rudini dan timnya tidak hanya sekadar menerima zakat. Mereka juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para pegawai, menjelaskan berbagai program BAZNAS, dan menjawab pertanyaan seputar zakat.
Baznas Kabupaten Lombok Tengah ingin masyarakat tidak hanya sekadar membayar zakat, tetapi juga memahami manfaat dan dampaknya bagi kesejahteraan umat.
Kehadiran layanan jemput zakat di Pengadilan Agama Praya ini menjadi bukti bahwa BAZNAS Lombok Tengah terus berinovasi dalam mendekatkan diri dengan masyarakat. Layanan ini bukan hanya tentang pengumpulan dana, tetapi juga tentang edukasi, sosialisasi, dan membangun kesadaran akan pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.
BERITA11/03/2025 | Humas BAZNAS Lombok Tengah
BAZNAS Lombok Tengah dan Perusahaan Baja Ringan Terbesar di Lombok Wujudkan Sinergi Nyata dalam Pengumpulan dan Penyaluran ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah terus memperkuat sinergi dengan sektor swasta dalam upaya optimalisasi pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Salah satu langkah nyata adalah kolaborasi erat dengan perusahaan-perusahaan baja ringan terbesar di Lombok, yang terhimpun dalam Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Perusahaan Ekstra Berbagi.
UPZ Ekstra Berbagi merupakan wadah sinergi dari beberapa perusahaan terkemuka, antara lain PT Baja NTB Sejahtera, PT Baja Besi Indonesia, ExtraTruss LOMBOK, PT Elit Sejahtera Nusantara, PT Samudra Pasifik Indonesia, dan PT Karya Baja Raya. Kolaborasi ini telah terjalin sejak tahun 2023, dan telah membuahkan hasil signifikan dalam pengumpulan dan penyaluran dana ZIS, mencapai ratusan juta rupiah.
Untuk memperkuat kemitraan ini, BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah secara rutin menggelar diskusi dan audiensi dengan UPZ Ekstra Berbagi. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas strategi pengumpulan ZIS yang lebih efektif, serta memastikan penyaluran dana tepat sasaran kepada para mustahik.
Baru-baru ini, tim dari BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor UPZ Ekstra Berbagi di Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Kunjungan ini disambut hangat oleh pimpinan perusahaan dan pengurus UPZ, yang menunjukkan komitmen kuat mereka dalam mendukung program-program BAZNAS.
Sementara itu, perwakilan dari UPZ Ekstra Berbagi menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah dan UPZ Ekstra Berbagi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain di Lombok Tengah untuk turut berpartisipasi dalam program-program ZIS.
BERITA11/03/2025 | Humas BAZNAS Lombok Tengah
Teladan Kedermawanan Yayasan Al Maarif Kateng Setor Infak Ratusan Ribu ke BAZNAS Lombok Tengah
Yayasan Pendidikan Islam Al Maarif Kateng menunjukkan teladan kedermawanan dengan menyalurkan infak sebesar Rp 642.000 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah. Penyerahan infak ini dilakukan oleh perwakilan Yayasan Al Maarif Kateng dan diterima langsung oleh staf amil BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah di kantor BAZNAS setempat.
Infak yang disalurkan ini merupakan hasil pengumpulan dari para siswa, guru, dan staf Yayasan Al Maarif Kateng. Langkah ini merupakan wujud nyata dari kepedulian lembaga pendidikan Islam tersebut terhadap sesama, serta komitmen mereka untuk mendukung program-program sosial yang dijalankan oleh BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah.
"Kami sangat mengapresiasi kedermawanan Yayasan Al Maarif Kateng yang telah mempercayakan infak mereka kepada BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah," ujar salah satu staf amil BAZNAS. "Infak ini akan kami salurkan kepada mereka yang berhak, sesuai dengan program-program yang telah kami tetapkan."
BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah memiliki berbagai program unggulan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti program bantuan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial. Infak yang disalurkan oleh Yayasan Al Maarif Kateng ini akan sangat membantu dalam menjalankan program-program tersebut.
"Kami berharap, langkah kecil yang kami lakukan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan," ungkap perwakilan Yayasan Al Maarif Kateng. "Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh BAZNAS."
Penyerahan infak ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan Islam tidak hanya fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat. Semoga langkah ini dapat menginspirasi lembaga-lembaga pendidikan lainnya untuk turut serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
BERITA06/03/2025 | Humas BAZNAS Lombok Tengah
BAZNAS Lombok Tengah Gelar Sharing Session dengan 26 UPZ Desa Binaan, Persiapkan Ramadhan Optimal
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Tengah menggelar acara Sharing Session yang dihadiri oleh 26 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Binaan Kamis, 5/3/25. Acara yang dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah Bidang Pengumpulan, TGH Lalu Mala Sar'i, ini bertujuan untuk mempersiapkan optimalisasi pengumpulan zakat fitrah dan program belanja bareng yatim menjelang Idul Fitri 1446 H.
Dalam sambutannya, TGH Lalu Mala Sar'i menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan UPZ Desa Binaan dalam menjalankan program-program ZIS. "Dengan adanya kerjasama yang baik, kita dapat memaksimalkan potensi zakat fitrah dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Salah satu hasil penting dari Sharing Session ini adalah target pengumpulan zakat fitrah sebesar 3 ton. Target ini ditetapkan berdasarkan potensi zakat fitrah di wilayah Lombok Tengah dan diharapkan dapat tercapai dengan dukungan penuh dari seluruh UPZ Desa Binaan. "Kami yakin dengan kerjasama yang solid, target 3 ton zakat fitrah dapat kita capai," tegas TGH Lalu Mala Sar'i.
Selain membahas pengumpulan zakat fitrah, Sharing Session ini juga membahas teknis pelaksanaan program belanja bareng yatim. Program ini merupakan kegiatan rutin BAZNAS Lombok Tengah setiap tahunnya untuk memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim menjelang Idul Fitri. "Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yatim juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya Idul Fitri," jelas TGH Lalu Mala Sar'i.
Para peserta Sharing Session, yang terdiri dari pengurus UPZ Desa Binaan, antusias mengikuti acara ini. Mereka memberikan berbagai masukan dan saran untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan zakat fitrah dan pelaksanaan program belanja bareng yatim. "Kami siap mendukung BAZNAS Lombok Tengah dalam menjalankan program-program ZIS," ujar salah satu peserta.
BAZNAS Lombok Tengah berharap, melalui Sharing Session ini, kerjasama dengan UPZ Desa Binaan dapat semakin erat dan program-program ZIS yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
BERITA06/03/2025 | Humas BAZNAS Loteng
Pelatihan Z Coffee BAZNAS Dorong Semangat Wirausaha di Kalangan Santri
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah melaksanakan pelatihan entrepreneurship ZCoffee untuk 103 santri dari 20 pesantren dan 10 mahasiswa dari lima perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah. Pelatihan ini bertujuan mencetak wirausaha muda di bidang kuliner dan kopi.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk membangkitkan semangat wirausaha di kalangan santri dan mahasiswa.
“Kami ingin mereka belajar sambil bekerja. Selain itu, bagi mereka yang sudah lulus, diharapkan dapat mengembangkan usaha ini, mengingat potensi bisnis kopi di Indonesia yang luar biasa," ujar Kiai Noor dalam sambutan pada Pelatihan Entrepreneurship BAZNAS, di Jawa Tengah.
"Potensi bisnis kopi di Indonesia sangat besar, namun kita masih tertinggal dibandingkan beberapa negara lain. Oleh karena itu, kita harus kembali membangkitkan sektor ini, termasuk mencetak para patender dan barista handal,” lanjutnya.
Menurutnya, kopi Indonesia sudah dikenal di dunia, tetapi belum mendapatkan perhatian optimal.
“Melalui pelatihan ini, kita ingin mengedukasi santri dan mahasiswa bahwa mereka memiliki peluang besar untuk berwirausaha di bidang ini. Kami juga berharap program ini dapat diperluas ke berbagai kampus dan pesantren lainnya,” katanya.
Selain industri kopi, pelatihan ini juga mencakup bidang jasa boga yang berpotensi mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menekankan pentingnya menggerakkan UMKM untuk menciptakan kemandirian ekonomi di kalangan generasi muda.
“Anak-anak muda memiliki semangat dan kekuatan untuk berusaha, sehingga ke depan mereka dapat menunjukkan bahwa mereka mampu mandiri dan berdaya saing. Dengan demikian, tidak ada lagi kesenjangan atau ketidakpastian di lingkungan kita. Justru dari sinilah BAZNAS akan hadir menerangi dan memperkuat semangat entrepreneurship anak-anak muda,” ujarnya.
"Insya Allah, bersama BAZNAS Jawa Tengah, kami (BAZNAS RI) akan terus memberikan yang terbaik dengan keuntungan yang optimal, yang tidak hanya bermanfaat bagi mereka sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar," pungkasnya.
Ketua BAZNAS Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Jawa Tengah mendukung aktif program ini. Ia menyatakan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Tahun 2045 Indonesia Emas tinggal beberapa tahun lagi. Indonesia bertekad akan menjadi negara maju dengan kemampuan ekonomi keempat di dunia. Ini adalah milik mereka, generasi muda," katanya.
Ahmad Darodji menambahkan bahwa pelatihan ini adalah salah satu strategi untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
"Tujuannya, untuk menyiapkan mereka dalam menopang ekonomi Indonesia," ujarnya.
Sejak 2018 hingga 2024, BAZNAS Jawa Tengah telah melatih 4.000 orang di sektor boga. Pada pelatihan UMKM kali ini, BAZNAS Jateng memberikan bantuan Rp302 juta untuk 103 peserta, sementara BAZNAS RI mengalokasikan Rp200 juta untuk 10 peserta program Z-Coffee.
BERITA03/03/2025 | Nikita Earlene Salsabila
Amil Baznas Lombok Tengah Ukir Prestasi di Tingkat Nasional Terbaik Ketiga dalam Fundraising Development Program
Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Lombok Tengah. Muhamad Rudini, SKM, seorang amil Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Tengah, berhasil meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Ia terpilih sebagai terbaik ketiga dalam program pengembangan penggalangan dana (Fundraising Development Program) yang diselenggarakan oleh Baznas RI.
Penghargaan ini diberikan dalam acara wisuda yang berlangsung di Baznas Institute, Jakarta, dihadiri oleh para amil Baznas dari seluruh Indonesia. Keberhasilan Muhamad Rudini ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Baznas Kabupaten Lombok Tengah.
Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi yang tinggi dari Bapak Muhamad Rudini dalam mengemban amanah sebagai amil Baznas. Rudini telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam mengembangkan strategi penggalangan dana yang inovatif dan efektif.
Fundraising Development Program merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas amil Baznas dalam menggalang dana zakat, infak, dan sedekah. Program ini diikuti oleh amil dari seluruh Indonesia, dan melalui serangkaian seleksi dan penilaian, Muhamad Rudini berhasil meraih peringkat ketiga terbaik.
Keberhasilan Muhamad Rudini ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengumpulan dana zakat di Kabupaten Lombok Tengah, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu melalui program-program Baznas.
BERITA25/02/2025 | Humas BAZNAS Lombok Tengah
UPZ Sengkol Serahkan Infak Rp2.950.000 kepada BAZNAS Lombok Tengah
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Sengkol menunjukkan komitmennya dalam mendukung program-program BAZNAS Lombok Tengah dengan menyerahkan infak sebesar Rp2.950.000. Infak ini merupakan hasil pengumpulan dari masyarakat Desa Sengkol yang diserahkan langsung kepada Tim Pengumpulan BAZNAS Lombok Tengah, yang diwakili oleh Lalu Heru Hadibrata, pada hari Senin, 24 Februari 2025.
Penyerahan infak ini merupakan bukti nyata dukungan masyarakat Desa Sengkol terhadap upaya BAZNAS Lombok Tengah dalam meningkatkan kesejahteraan umat. "Kami sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat Desa Sengkol. Semoga infak ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Lalu Heru Hadibrata.
Dukungan masyarakat Desa Sengkol ini tidak hanya tercermin dari jumlah infak yang diserahkan, tetapi juga dari semangat kebersamaan dan gotong royong yang mereka tunjukkan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sengkol memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama.
BAZNAS Lombok Tengah mengapresiasi setinggi-tingginya kepada UPZ Sengkol dan seluruh masyarakat Desa Sengkol atas kontribusi yang telah diberikan. Semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Lombok Tengah.
BERITA24/02/2025 | Humas BAZNAS Loteng
BAZNAS Provinsi NTB dan BAZNAS Lombok Tengah Lakukan Monitoring dan Evaluasi Program Rumah Layak Huni dan Gerobak Produktif
Lombok Tengah – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan BAZNAS Lombok Tengah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program Rumah Layak Huni (Mahyani) yang merupakan kerjasama dengan PT Bank NTB Syariah, serta program gerobak produktif yang tersebar di wilayah Lombok Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 18-19 Februari 2025.
Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa program-program yang telah dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan dampak positif bagi para penerima manfaat. Perwakilan dari BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wakil Ketua II H. Abdul Hakim dan tim, bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Lombok Tengah, Sapoan, dan tim, turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan berdialog dengan para penerima manfaat.
Dalam kegiatan ini, tim melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah layak huni yang telah dibangun, serta mengevaluasi penggunaan gerobak produktif yang telah diberikan. Tim juga berdiskusi dengan para penerima manfaat untuk mengetahui kendala yang mereka hadapi dan memberikan solusi yang tepat.
Hasil monitoring dan evaluasi ini akan menjadi bahan evaluasi bagi BAZNAS Provinsi NTB dan BAZNAS Lombok Tengah untuk meningkatkan kualitas program-program yang akan datang. Diharapkan, program-program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA24/02/2025 | Humas BAZNAS Loteng
TPQ Baitul Qurro' Mendo Gelar Wisuda Khotaman dan Imtihan ke-4, BAZNAS Lombok Tengah Beri Apresiasi
Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Baitul Qurro' Mendo sukses menggelar acara Wisuda Khotaman dan Imtihan ke-4 pada hari Ahad, 23 Februari 2025. Sebanyak 11 santri yang telah belajar Al-Qur'an dengan metode Qiroati diwisuda dalam acara yang penuh khidmat tersebut.
Acara wisuda ini dihadiri oleh para orang tua santri, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Tengah Wakil Ketua II TGH Ma'arif Abdul Majid . Kehadiran BAZNAS Lombok Tengah dalam acara ini merupakan bentuk dukungan dan apresiasi terhadap para santri yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur'an.
Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS Lombok Tengah memberikan penghargaan kepada masing-masing santri berupa uang tunai sebesar Rp250.000. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar dan mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Acara wisuda ini merupakan momen yang membahagiakan bagi para santri, orang tua. Diharapkan, para santri yang telah diwisuda dapat menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
BERITA24/02/2025 | Humas BAZNAS Loteng
UPZ Bagu Serahkan Infak, Bukti Nyata Dukungan Masyarakat untuk Kemaslahatan
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Bagu menunjukkan komitmennya dalam mendukung program-program BAZNAS Lombok Tengah dengan menyerahkan infak sebesar Rp990.000. Infak ini merupakan hasil pengumpulan dari masyarakat Desa Bagu yang diantarkan langsung ke kantor BAZNAS Lombok Tengah pada Kamis, 20 Februari 2025.
Penyerahan infak ini merupakan bukti nyata dukungan masyarakat Desa Bagu terhadap upaya BAZNAS Lombok Tengah dalam meningkatkan kesejahteraan umat. "Kami sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat Desa Bagu. Semoga infak ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar H.Halid Iswadi Tim Pengumpulan BAZNAS Lombok Tengah.
Dukungan masyarakat Desa Bagu ini tidak hanya tercermin dari jumlah infak yang diserahkan, tetapi juga dari semangat kebersamaan dan gotong royong yang mereka tunjukkan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bagu memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama.
BAZNAS Lombok Tengah mengapresiasi setinggi-tingginya kepada UPZ Bagu dan seluruh masyarakat Desa Bagu atas kontribusi yang telah diberikan. Semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Lombok Tengah.
BERITA20/02/2025 | Humas BAZNAS Loteng
Kisah Sukses Penerima Z-KUP BAZNAS di Lombok Tengah Bukti Nyata Manfaat Zakat
Senyum merekah terpancar dari wajah Nur Jumaah, seorang ibu rumah tangga asal Desa Mertak Tombok, Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Siang itu, di depan Masjid Agung Lombok Tengah, ia sibuk melayani pembeli es kelapa muda segar. Siapa sangka, di balik kesuksesannya berjualan, tersimpan kisah perjuangan dan harapan yang terwujud berkat bantuan zakat dari BAZNAS.
Sebelumnya, Nur Jumaah hanya bekerja sebagai petani. Penghasilannya tidak menentu, bahkan seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Namun, semangatnya untuk mengubah nasib tak pernah padam.
"Saya selalu bermimpi punya usaha sendiri, agar bisa membantu suami mencari nafkah," ujar Nur Jumaah.
Impian itu mulai terwujud ketika ia mendapatkan bantuan Z-KUP (Zakat untuk Kewirausahaan Produktif) dari BAZNAS.
"Alhamdulillah, saya mendapatkan bantuan modal usaha dari BAZNAS," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Dengan bantuan gerobdak dan modal tersebut, Nur Jumaah berjualan es kelapa muda. Ia memilih lokasi di depan Masjid Agung Lombok Tengah karena strategis dan ramai pengunjung. Awalnya, ia hanya berjualan dengan gerobak sederhana. Namun, berkat kerja keras dan ketekunannya, usahanya semakin berkembang.
"Alhamdulillah, sekarang saya bisa mendapatkan penghasilan yang cukup untuk membantu keluarga. Bahkan, saya bisa menyekolahkan anak-anak," tuturnya.
Keberhasilan Nur Jumaah adalah bukti nyata manfaat zakat yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS. Program Z-KUP telah memberikan harapan baru bagi masyarakat kurang mampu di Lombok Tengah untuk mandiri secara ekonomi.
"Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para muzaki yang telah membantu saya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan mereka," ucap Nur Jumaah dengan tulus.
Kisah inspiratif Nur Jumaah ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat lainnya untuk memanfaatkan program-program pemberdayaan ekonomi dari BAZNAS. Zakat yang disalurkan dengan tepat sasaran mampu mengubah hidup seseorang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
BERITA20/02/2025 | Humas BAZNAS Lombok Tengah
Rumah Impian Jadi Kenyataan: Kolaborasi BAZNAS Hadirkan MAHYANI di Lombok Tengah
Kabar gembira datang dari Kabupaten Lombok Tengah. BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi NTB menyalurkan bantuan rumah layak huni (MAHYANI) kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 25 unit rumah telah disalurkan di dua desa, yaitu Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, dan Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah.
Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang kurang mampu. Program MAHYANI ini bertujuan untuk memberikan hunian yang layak dan nyaman bagi masyarakat.
Dalam kegiatan penyaluran ini, hadir Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi NTB, H. Abdul Hakim, SH, yang didampingi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah, Sapoan S.PdI, serta staf pelaksana dari kedua lembaga.
Salah satu penerima bantuan, Mahnim, warga Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah, mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas bantuan rumah yang diterimanya. "Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada BAZNAS. Rumah ini sangat berarti bagi kami," ujarnya.
H. Abdul Hakim, SH, menyampaikan bahwa program MAHYANI ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap, bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para penerima.
Sementara itu, Sapoan S.PdI, menambahkan bahwa kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten dan Provinsi ini merupakan bentuk sinergi yang kuat dalam membantu masyarakat. Ia berharap, program MAHYANI ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.
BERITA20/02/2025 | Humas BAZNAS Lombok Tengah
JEMPUT ZAKAT PENGADILAN AGAMA LOMBOK TENGAH
Lombok Tengah – Tim Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Tengah, yang dipimpin oleh H. Halid Iswadi, melakukan penjemputan zakat di Pengadilan Agama pada Kamis, 20 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Lombok Tengah untuk meningkatkan sinergi dengan berbagai instansi dalam pengelolaan zakat.
Penjemputan zakat ini merupakan wujud nyata dari kerjasama yang baik antara BAZNAS Lombok Tengah dan Pengadilan Agama. Diharapkan, kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan. "Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Pengadilan Agama dalam pengelolaan zakat. Semoga zakat yang terkumpul ini dapat disalurkan kepada mustahik yang berhak," ujar H. Halid Iswadi.
Zakat yang terkumpul dari Pengadilan Agama akan disalurkan melalui program-program BAZNAS Lombok Tengah yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, seperti bantuan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Penyaluran zakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Lombok Tengah.
BAZNAS Lombok Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan memperluas jaringan pengumpulan zakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pengelolaan zakat di Lombok Tengah dapat semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
BERITA20/02/2025 | Humas BAZNAS Loteng
Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah Ikuti Sertifikasi Skema Pimpinan
Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah baru-baru ini mengikuti program sertifikasi skema pimpinan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS di Baznas Institute. Program sertifikasi ini merupakan langkah strategis BAZNAS dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme para pemimpin lembaga amil zakat di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari sejak tanggal 10-14 februari.
Selama mengikuti program sertifikasi, peserta, termasuk Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah, diberikan materi pelatihan yang komprehensif. Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan zakat, seperti tata kelola organisasi yang baik, penghimpunan dan penyaluran zakat yang efektif, serta pengembangan sumber daya manusia. Selain mengikuti materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan para peserta lainnya dari berbagai daerah.
Tujuan utama dari program sertifikasi ini adalah untuk menghasilkan pemimpin lembaga amil zakat yang kompeten, profesional, dan memiliki integritas tinggi. Dengan mengikuti program ini, diharapkan Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah dapat membawa pulang ilmu pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam memimpin BAZNAS Lombok Tengah.
Dengan semakin banyaknya pemimpin lembaga amil zakat yang memiliki sertifikasi kompetensi, diharapkan pengelolaan zakat di Indonesia dapat semakin berkualitas dan akuntabel. Hal ini akan berdampak positif bagi masyarakat, terutama bagi mustahik yang menjadi sasaran penyaluran zakat.
BERITA17/02/2025 | Humas BAZNAS Loteng
ZMart dari BAZNAS: Mendorong Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Ekonomi
Di tengah aktivitas ramai Jl. Iman Bonjol, Tanjung Selor, cerita inspiratif datang dari seorang ibu bernama Syarifah Latifah. Melalui program ZMart yang diinisiasi oleh BAZNAS RI, Syarifah berhasil mengubah warung kecilnya menjadi usaha yang lebih profesional dan berdaya saing. Hal ini sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi keluarganya.
Program ZMart BAZNAS RI dirancang khusus untuk memberdayakan masyarakat mustahik, terutama kaum ibu, dengan menyediakan pelatihan, pendampingan, dan modal usaha.
Deputi II BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menjelaskan, program ini bertujuan menciptakan warung modern yang efisien, sekaligus menanamkan nilai kejujuran dan kerja keras.
“Kami berharap kaum ibu dapat menjadi pilar ekonomi keluarga yang tangguh dan mandiri,” kata dia.
Sementara sebagai penerima manfaat, Syarifah menyampaikan terima kasih pada BAZNAS.
Bagi Syarifah, ZMart adalah titik balik yang mengubah hidupnya. "Dulu, warung saya hanya sederhana, sekadar cukup untuk kebutuhan harian. Namun, setelah mendapatkan pendampingan dari BAZNAS RI, saya belajar mengelola keuangan, menata barang, hingga melayani pelanggan dengan lebih baik," ucap dia.
Berbekal pengetahuan baru, omzet warung Syarifah meningkat signifikan. Dengan pendapatan tersebut, ia tidak hanya mampu membiayai pendidikan anak-anaknya, tetapi juga membantu tetangganya yang membutuhkan.
“Program ini memberikan saya lebih dari sekadar modal, tapi juga harapan untuk masa depan yang lebih baik,” ujar dia menambahkan.
ZMart BAZNAS RI membuktikan bahwa pemberdayaan yang tepat dapat membantu kaum ibu seperti Syarifah menjadi agen perubahan bagi keluarga dan masyarakat.
Melalui program ini, BAZNAS RI tidak hanya menciptakan warung modern, tetapi juga mengubah kehidupan banyak keluarga mustahik di berbagai daerah di Indonesia.
BERITA15/02/2025 | Humas
Kisah Keberhasilan Balai Ternak: Zakat sebagai Solusi untuk Keberlanjutan Pakan
Di tengah hamparan rumput yang hijau di Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, berdiri sebuah komunitas yang penuh semangat: Berkah Tani. Kelompok ini menjadi salah satu penerima manfaat program Balai Ternak yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Dengan dukungan penuh dari dana zakat, mereka berhasil mengatasi tantangan utama yang sering dihadapi peternak domba: ketersediaan pakan.
Salah satu peserta kelompok Berkah Tani adalah Ridwan. Setiap pagi, ia bersama anggota kelompok lainnya mengumpulkan tiga karung rumput segar untuk memberi makan ternak domba mereka. Rutinitas ini adalah bagian dari upaya memastikan keberlanjutan usaha peternakan yang menjadi sumber penghidupan bagi mereka.
Sebelum bergabung dengan program BAZNAS, Ridwan menghadapi berbagai kendala dalam usahanya beternak domba.
“Dulu, mencari pakan ternak menjadi tantangan besar. Ketika musim kemarau tiba, rumput segar sulit didapatkan, dan kami harus membeli pakan tambahan yang mahal,” ungkap Ridwan.
Kondisi ini membuat keuntungan dari usaha ternaknya sangat minim, bahkan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, situasi berubah drastis ketika program Balai Ternak BAZNAS hadir di Desa Cimanggu. Melalui program ini, Ridwan dan anggota kelompok lainnya tidak hanya mendapatkan bantuan modal berupa bibit domba, tetapi juga pendampingan intensif untuk mengelola pakan secara mandiri.
“Kami diajarkan cara memanfaatkan lahan kosong untuk menanam rumput gajah. Hasilnya, sekarang kami tidak lagi kesulitan mencari pakan,” ujar dia menjelaskan.
Salah satu kunci keberhasilan program ini adalah pendekatan berkelanjutan yang diterapkan oleh BAZNAS.
Dengan bimbingan tenaga ahli, kelompok Berkah Tani belajar menanam rumput gajah dan memanfaatkan limbah pertanian sebagai alternatif pakan. Metode ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pakan komersial, tetapi juga menekan biaya produksi.
Ridwan menjelaskan, setiap pagi, mereka bersama-sama mengumpulkan rumput untuk kebutuhan ternak. "Selain itu, kami juga diajarkan cara membuat silase, yaitu pakan fermentasi yang bisa disimpan untuk jangka waktu lama. Ini sangat membantu, terutama saat musim kemarau.”
Program Balai Ternak tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas peternakan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan jumlah ternak yang semakin bertambah dan kondisi kesehatan ternak yang terjaga, pendapatan kelompok tani ini meningkat secara konsisten.
“Sekarang, setiap panen domba, pendapatan kami jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kami bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan bahkan menabung untuk keperluan lain,” kata Ridwan dengan rasa syukur.
Keberhasilan ini juga berdampak pada perekonomian desa. Banyak warga yang terlibat dalam proses perawatan ternak, mulai dari pemanenan rumput hingga pengemasan silase.
Selain itu, program ini membuka peluang bagi warga lain untuk belajar beternak domba dengan metode yang lebih modern dan efisien.
Program Balai Ternak adalah salah satu inisiatif strategis BAZNAS untuk memberdayakan mustahik melalui sektor peternakan. Dana zakat yang dihimpun dari umat Islam digunakan untuk memberikan bantuan modal, pelatihan, dan pendampingan kepada peternak kecil seperti Ridwan.
Dengan pendekatan yang holistik, program ini tidak hanya bertujuan mengentaskan kemiskinan, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerimanya.
Beberapa waktu lalu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA di Jakarta, menegaskan tentang urgensi program ini.
“Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dihimpun benar-benar memberi dampak yang nyata bagi mustahik. Program Balai Ternak dirancang untuk membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Kisah Ridwan dan kelompok Berkah Tani adalah bukti nyata bagaimana zakat dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan ekonomi. Dengan dukungan yang berkelanjutan dari umat Islam, program seperti Balai Ternak mampu memberikan harapan baru bagi mustahik di seluruh Indonesia.
Ridwan berharap program ini terus berlanjut dan semakin banyak petani lain yang bisa merasakan manfaatnya.
Dengan ilmu dan bantuan yang diberikan BAZNAS, kami bisa mandiri dan membantu orang lain di sekitar kami,” kata dia.
Sebagai salah satu pilar Islam, zakat memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan sosial dan ekonomi. Melalui lembaga seperti BAZNAS, zakat dapat dikelola secara profesional dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Dengan pengelolaan yang transparan, umat Islam dapat yakin bahwa zakat mereka membawa manfaat besar bagi sesama.
Ridwan mengajak umat Islam untuk terus mendukung BAZNAS. “Apa yang kami capai sekarang adalah berkat zakat dari saudara-saudara kita. Semoga semakin banyak yang sadar akan pentingnya berzakat, sehingga semakin banyak pula yang terbantu,” ucapnya.
Program Balai Ternak Sukabumi adalah salah satu dari banyak inisiatif BAZNAS yang membuktikan bahwa zakat dapat menjadi solusi nyata untuk mengentaskan kemiskinan.
Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan, zakat tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi juga sarana transformasi sosial.
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Mendistribusikan Daging Dam dari Jemaah Haji kepada Warga Indonesia di Arab Saudi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyalurkan ribuan paket daging olahan Dam jemaah haji kepada warga Indonesia yang bermukim di empat wilayah Arab Saudi, yaitu Riyadh, Buraydah, Damman, dan Mekah.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan bahwa total 6.298 paket daging olahan dibagikan kepada 4.348 penerima manfaat. "Alhamdulillah, BAZNAS RI kembali diberi kepercayaan untuk menyalurkan Dam jemaah haji. Ini merupakan amanah besar untuk mengelola Dam jemaah haji secara profesional dan berdampak langsung pada mereka yang membutuhkan," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis pada Senin (9/12/2024).
Kiai Noor menekankan bahwa program ini adalah wujud nyata dari pengelolaan Dam yang transparan, profesional, dan tepat sasaran. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung warga Indonesia di Arab Saudi yang membutuhkan.
"6.298 paket daging Dam jemaah haji Indonesia yang telah dikemas berupa daging olahan tersebut terdiri dari 2.599 paket daging olahan seberat 500 gram, 712 paket daging olahan seberat 2 kilogram, dan 2.987 paket daging olahan seberat 2,5 kilogram," jelasnya.
Program ini, menurut Kiai Noor, mencerminkan kepedulian sosial yang melintasi batas negara. Paket-paket tersebut menjadi simbol solidaritas dari jemaah haji Indonesia bagi sesama warga.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama RI, BPKH, para jemaah haji yang telah menunaikan Dam, dan seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya program ini. Semoga kebaikan ini membawa keberkahan bagi semua pihak, baik yang menerima maupun yang memberi,” ungkapnya.
Kiai Noor berharap program ini dapat diperluas di masa depan agar semakin banyak warga yang menerima manfaatnya. “Kami berharap nantinya tidak hanya sekitar enam ribu Dam yang disalurkan seperti sekarang ini, tetapi bisa mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu sesuai dengan jumlah jemaah haji Indonesia,” tambahnya.
Penyaluran ini merupakan kali kedua pada tahun 2024. Sebelumnya, BAZNAS RI telah menyalurkan 10 ribu paket daging Dam jemaah haji untuk sekolah Indonesia di Mekah pada 20 Juni 2024, masing-masing dengan berat 2,5 kilogram per paket.
BERITA15/02/2025 | Humas
Menyambut Indonesia Emas 2045, Beasiswa Santri Memegang Peran Penting
Pemberian beasiswa bagi santri sangat dibutuhkan guna melanjutkan tingkat pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini diharapkan mampu menciptakan generasi unggul menyambut era Indonesia Emas 2045.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan, pada tahun 2024, BAZNAS telah menyalurkan beasiswa kepada 10.000 santri BAZNAS yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Hal ini dikatakannya dalam Seminar Nasional dan Pelepasan Duta ASFA bertema Strategi Penguatan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam dalam Rangka Menyongsong Puncak Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045 di Gedung DPR RI, Jakarta baru-baru ini.
“Kalau 41 ribu pesantren di Indonesia ini ada kadernya satu per satu saja, maka pesantren kita di Indonesia akan lebih maju lagi,” kata dia.
Ia mengatakan, konsep penguatan beasiswa berbasis pesantren yang nantinya kembali kepada pesantren, seperti yang dilakukan ASFA Foundation. Dapat membawa dampak besar bagi kemajuan generasi Indonesia Emas 2045.
Kiai Noor juga menyoroti skema beasiswa yang diterapkan ASFA Foundation, dengan pembagian 47 persen untuk Dirosah Islamiyah, 40 persen untuk STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), dan 13 persen untuk bidang sosial dan humaniora.
“Artinya bahwa pondok pesantren kalau menggunakan pola ASFA Foundation ini akan menjadi pondok pesantren yang modern dan bisa berkompetisi di Indonesia Emas tahun 2045. Jadi nanti BAZNAS dan lembaga amil zakat yang lain bisa memberikan beasiswa seperti yang dilakukan ASFA,” ucap Kiai Noor.
Saat ini, BAZNAS telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 1.000 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Mesir dan Timur Tengah. Mereka diharapkan dapat kembali ke tanah air dan berkontribusi dalam mencetak generasi unggul.
Dalam waktu dekat, Kiai Noor mengungkapkan BAZNAS RI akan mengadakan pertemuan dengan LAZ (Lembaga Amil Zakat) di Indonesia guna membahas strategi pemberian beasiswa bagi santri. Pertemuan ini juga akan mencakup usulan Rektor IPB untuk menyediakan beasiswa khusus bagi mahasiswa Palestina.
“Ada usulan juga terkait pemberian beasiswa bagi mereka yang memperdalam Ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Hadits. Saya kira ini juga penting sekali dan dibutuhkan di Indonesia, sehingga insya Allah akan kami tindak lanjuti,” katanya.
Dengan berbagai inisiatif ini, BAZNAS berharap dapat berperan aktif dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi di masa depan.
Kontributor: Amalia
Editor: ayu
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS Merancang Strategi Penanggulangan Bencana 2025 demi Menjaga Keselamatan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tengah merancang strategi khusus untuk mengantisipasi dan menangani potensi bencana pada tahun 2025, sebagai bagian dari upaya melindungi keselamatan masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI, Dian Aditya Mandana Putri, dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Program dan Pembinaan BAZNAS Tanggap Bencana 2025” yang diadakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (3/12/2024).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menyoroti tingginya potensi bencana alam di Indonesia, seperti banjir, gempa bumi, hingga letusan gunung berapi.
“Mitigasi bencana menjadi langkah strategis yang sangat penting untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat,” ujar Prof. Nadra.
Ia menambahkan, strategi penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menciptakan masyarakat yang lebih tangguh, baik secara fisik, mental, maupun spiritual, dalam menghadapi berbagai bencana.
Dian Aditya Mandana Putri menjelaskan bahwa BAZNAS RI telah merumuskan tiga pilar utama dalam strategi penanganan bencana, yakni penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan penyempurnaan standar layanan.
“Ketiga pilar ini dirancang agar dapat diterapkan meskipun tidak dalam situasi darurat, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana,” ungkapnya.
BAZNAS juga menjalankan sejumlah program mitigasi bencana untuk mengurangi dampak dan jumlah korban, seperti Kampung Tanggap Bencana, Madrasah Aman Tanggap Bencana, dan BTB Goes to School.
“Program-program ini bertujuan mendampingi masyarakat di daerah rawan bencana agar mereka memiliki kesiapan dan pemahaman dalam menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, mereka dapat bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi,” jelas Dian.
Ia menyebutkan, program-program tersebut telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat di daerah pedesaan, bahkan beberapa desa kini mampu membantu wilayah tetangga yang terkena bencana.
“Alhamdulillah, di beberapa wilayah program ini telah berhasil. Bahkan, masyarakat setempat mampu membentuk kelompok kerja (pokja) tanggap bencana untuk membantu desa atau kelurahan lain yang terdampak,” ujarnya.
Hingga akhir 2024, BAZNAS RI telah menginisiasi 27 lokasi Kampung Tanggap Bencana di berbagai wilayah Indonesia.
“Ke depan, kami berencana menambah lokasi baru sekaligus memastikan keberlanjutan program di 27 titik yang sudah ada. Tujuannya agar masyarakat lebih siap jika terjadi bencana,” tutup Dian.
KONTRI : RIPALDI
EDITOR : PUTRI
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Mempertahankan Sertifikasi ISO dan Mengoptimalkan Transparansi dalam Pengelolaan Zakat
BAZNAS_RI_Mempertahankan_Sertifikasi_ISO_dan_Mengoptimalkan_Transparansi_dalam_Pengelolaan_Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil mempertahankan dua sertifikasi penting, yaitu ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang diterbitkan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia.
BAZNAS terus meneguhkan penerapan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI) dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diterima dari para muzaki. Penyerahan simbolis kedua sertifikat tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Rabu (5/2/2025). Hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., bersama perwakilan dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia, Eko Sutrisno.
"Alhamdulillah BAZNAS RI berhasil mempertahankan sertifikat ISO setiap tahun. Ini menjadi bukti keseriusan kami dalam mengawasi dan mengoptimalkan manajemen internal BAZNAS," kata Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Ketua BAZNAS RI tersebut menjelaskan bahwa lembaganya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan zakat sesuai dengan standar ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2016. Tujuannya adalah agar pengelolaan zakat dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan transparan.
Menurut Kiai Noor, ISO 9001:2015 bertujuan untuk memastikan kualitas manajemen, menjamin bahwa layanan yang diberikan memenuhi standar mutu dan mematuhi regulasi yang berlaku. Sedangkan sertifikasi ISO 37001:2016 adalah komitmen BAZNAS untuk menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan zakat serta mencegah korupsi dan praktik suap.
BAZNAS memperoleh sertifikat ISO 37001:2016 setelah menjalani audit ulang oleh Badan Sertifikasi Garuda Sertifikasi Indonesia dengan cakupan layanan pengelolaan zakat, pengumpulan, pendistribusian, dan pendukung lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zainulbahar Noor, Pimpinan BAZNAS Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan, menyampaikan bahwa pencapaian ini akan memotivasi BAZNAS untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Menurutnya, penghargaan ini juga menunjukkan bahwa manajemen BAZNAS memenuhi standar yang berlaku.
Eko Sutrisno dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia memberikan penghargaan kepada BAZNAS atas keberhasilannya mempertahankan dua sertifikat ISO tersebut, yang menurutnya menunjukkan bahwa BAZNAS tetap menjaga kepercayaan publik dan menjadi contoh bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya di Indonesia. Ia berharap BAZNAS dapat memperluas penerapan standar ini ke tingkat daerah, memastikan transparansi dan akuntabilitas terjaga.
Untuk informasi, BAZNAS pertama kali mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 pada 2018 dan terus memperbaharui sertifikasinya, hingga kini memperoleh versi terbaru ISO 9001:2015 dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia. Begitu pula dengan ISO 37001:2016 yang pertama kali diterapkan pada 2019, dan kini diperoleh dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia dengan cakupan seluruh unit kerja BAZNAS.
kontributor: meisa
editor: mas
BERITA15/02/2025 | Humas

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
