WhatsApp Icon
Sinergi Perlindungan PMI, Migrant CARE NTB Audiensi Bersama BAZNAS Lombok Tengah

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Migrant CARE Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pertemuan audiensi strategis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah pada Rabu, 29 Juli 2026. Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WITA di Kantor BAZNAS Lombok Tengah, Praya ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam upaya perlindungan serta pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

?Audiensi ini dilatarbelakangi oleh tingginya berbagai permasalahan yang dihadapi para pekerja migran asal Lombok Tengah di luar negeri. Dalam surat permohonannya yang ditandatangani Koordinator Program, Ir. Baiq Halwati, Migrant CARE yang saat ini mendampingi masyarakat di 13 desa/kelurahan di Lombok Tengah mencatat masih maraknya kasus kerja paksa, eksploitasi seksual, hingga kasus PMI yang meninggal dunia di negara penempatan.

?Dampak dari permasalahan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pekerja migran itu sendiri, melainkan juga berimbas serius pada kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan di daerah asal. Banyak keluarga PMI yang kehilangan akses ekonomi, anak-anak terancam putus sekolah, serta kehilangan sumber penghidupan utama, sehingga memerlukan penanganan dan terobosan nyata agar mereka tetap dapat menyambung hidup.

?Melihat kondisi tersebut, Migrant CARE menilai BAZNAS memiliki peran serta otoritas yang sangat vital dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu kelompok masyarakat kurang beruntung. Melalui audiensi ini, kedua pihak berdiskusi intensif guna membuka akses bantuan modal dan dukungan usaha ekonomi produktif bagi purna PMI maupun anggota keluarga yang tergolong membutuhkan (purna migran).

?Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah beserta jajaran pengurus. Dalam sambutan dan arahannya, Ketua BAZNAS mengapresiasi langkah aktif Migrant CARE yang konsisten mendampingi para purna pekerja migran di lapangan, serta menyatakan kesiapan BAZNAS untuk mendukung program kemanusiaan tersebut.

?Secara khusus, Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan bahwa pihak BAZNAS sangat terbuka terhadap pengajuan bantuan kegiatan dari Migrant CARE. Ia menegaskan, apabila terdapat program atau kondisi darurat (urgent) yang membutuhkan penanganan cepat bagi PMI dan keluarganya, Migrant CARE disilakan untuk segera mengajukan proposal atau permohonan bantuan langsung kepada BAZNAS.

?Melalui komitmen dan sinergi bersama ini, diharapkan beban para purna PMI dan keluarganya di Lombok Tengah dapat terkurangi secara signifikan. Kolaborasi antara Migrant CARE dan BAZNAS Lombok Tengah ini diharapkan menjadi angin segar dalam menciptakan kemandirian ekonomi serta perlindungan sosial yang lebih solid bagi purna Pekerja Migran Indonesia.

29/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Loteng
Saring Kandidat Terbaik, BAZNAS Lombok Tengah Gelar Wawancara Calon Manager Z-Corner

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah menggelar tahapan tes wawancara bagi calon Manager Operasional Z-Corner pada Senin, 27 Juli 2026. Pelaksanaan seleksi yang berlangsung di kantor BAZNAS Lombok Tengah ini menjadi langkah penting dalam menjaring sumber daya manusia mumpuni untuk memimpin program pemberdayaan ekonomi tersebut.

Tahapan tes wawancara ini diikuti oleh 38 peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lulus seleksi administrasi. Para peserta terpilih ini berhasil menyisihkan berbagai pelamar lainnya setelah memenuhi kualifikasi berkas, latar belakang pendidikan, serta pengalaman profesional yang dipersyaratkan oleh panitia.

Sesi wawancara difokuskan untuk menggali secara mendalam kompetensi manajerial, pemahaman operasional, hingga strategi pengembangan Z-Corner dari masing-masing kandidat. Selain aspek kemampuan teknis, ketahanan kepemimpinan serta integritas terhadap prinsip tata kelola zakat turut menjadi kriteria penilaian utama.

Pelaksanaan tes di lokasi berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk memaparkan gagasan serta visi terbaik mereka di hadapan tim penguji, sekaligus menunjukkan kesiapan dalam mengawal operasional Z-Corner di wilayah Lombok Tengah.

Melalui tes wawancara ini, peserta akan disaring kembali untuk mendapatkan kandidat terbaik. Peserta yang lolos pada tahap daerah ini selanjutnya akan mengikuti proses seleksi dan pengujian secara langsung oleh BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI) guna memastikan standar kualifikasi nasional terpenuhi.

Pihak BAZNAS Lombok Tengah menegaskan bahwa seluruh rangkaian seleksi dijalankan secara objektif, transparan, dan profesional. Langkah ketat ini diambil demi memastikan posisi Manager Operasional diisi oleh figur yang benar-benar siap mengeksekusi program kerja secara efektif di lapangan.

Kehadiran Manager Operasional Z-Corner yang terpilih nantinya diharapkan mampu mendorong keberhasilan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat di Lombok Tengah. Melalui tata kelola yang profesional, Z-Corner diproyeksikan menjadi pilar produktif dalam meningkatkan kesejahteraan para mustahik secara berkelanjutan.

27/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Loteng
Sinergi dengan Kemenag dan Tokoh Agama, BAZNAS Jaring 265 Guru Agama Berkualitas di Lombok Tengah

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah menegaskan komitmennya dalam memperkuat fundamen pendidikan agama Islam di Gumi Tastura. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan seleksi ketat yang melibatkan ratusan pendidik. BAZNAS menggelar "Tes Lisan & Wawancara Guru Kitab dan Tahfidz," yang berlangsung di Gedung Masjid Agung Praya, yang menjadi saksi keseriusan dalam menjaring generasi pengajar yang unggul.

 

Hadir sebagai penguji, tokoh-tokoh penting yang memiliki kompetensi mumpuni di bidangnya. Proses seleksi ini tidak main-main karena menghadirkan dewan penguji dari kalangan tokoh agama yang menguasai berbagai kitab keilmuan Islam klasik. Kehadiran para ulama dan tuan guru ini memastikan bahwa guru yang terpilih tidak hanya memiliki kemampuan teknis mengajar, tetapi juga kedalaman pemahaman fiqih dan akidah yang kuat.

 

Selain dari kalangan pesantren dan tokoh masyarakat, BAZNAS juga bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Tengah. Dewan penguji dari Kemenag Lombok Tengah memberikan jaminan standar pengajaran yang sesuai dengan kurikulum formal nasional serta regulasi terkini terkait lembaga pendidikan keagamaan. Sinergi ini memastikan kualitas lulusan seleksi diakui secara luas.

 

Proses seleksi ini diikuti oleh antusiasme yang luar biasa dari para pejuang agama. Berdasarkan data panitia, tim penguji secara bergantian menguji lisan total 175 orang guru yang melamar pada formasi Guru Kitab. Para penguji mendalami kemampuan membaca dan memahami kitab kuning, yang merupakan warisan keilmuan Islam yang fundamental di wilayah Lombok.

 

Pada formasi yang lain, yaitu Guru Tahfidz, kompetisi juga berlangsung ketat. Tim penguji yang terdiri dari para hafidz dan ahli Quran dari Kemenag menguji langsung kefasihan, makharijul huruf, dan hafalan dari 90 orang guru tahfidz. Seleksi ini bertujuan untuk memastikan generasi muda Lombok Tengah diajarkan Al-Qur'an oleh pendidik dengan hafalan yang benar dan mutqin.

 

Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan pendidik-pendidik agama yang memiliki integritas dan kompetensi yang tinggi. Hasil dari seleksi ini akan menjadi dasar bagi BAZNAS Lombok Tengah dalam menempatkan para pengajar terbaik di masjid-masjid dan lembaga keagamaan binaan di seluruh pelosok kabupaten, guna menciptakan masyarakat yang religius dan berkarakter Qurani.

 

Seleksi Tes Lisan & Wawancara Guru Kitab dan Tahfidz ini berjalan dengan khidmat dan tertib, mulai dari pagi hingga sore hari. Panitia memastikan setiap peserta mendapatkan kesempatan yang adil dalam menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Seluruh rangkaian kegiatan ini ditutup dengan harapan besar agar para pendidik yang terpilih dapat menjadi pilar utama dalam membangun keberagamaan yang damai dan inklusif di Lombok Tengah.

23/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Loteng
SELEKSI REKRUTMEN GURU KITAB DAN TAHFIDZ BINAAN BAZNAS LOMBOK TENGAH

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah resmi menggelar seleksi tes bagi para calon Guru Kitab dan Guru Tahfidz yang berlangsung selama dua hari, yakni pada Rabu dan Kamis, 22–23 Juli 2026. Program rekrutmen ini menjadi langkah nyata BAZNAS dalam mendukung syiar Islam serta memperkuat pembinaan keagamaan di wilayah Lombok Tengah.

?Pada hari pertama, Rabu (22/7), pelaksanaan tes tulis difokuskan khusus bagi para calon Guru Kitab. Suasana megah dan religius menyelimuti lokasi ujian yang dipusatkan di Masjid Agung Praya, di mana ratusan peserta tampak hadir memadati area ujian sejak pagi hari dengan antusiasme yang sangat tinggi.

?Pelaksanaan ujian pada hari pertama ini dikordinasikan dan dipantau langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Lombok Tengah, yakni Wakil Ketua I TGH Maarif Abdul Majid dan Wakil Ketua III TGH Selamet Riadi. Kehadiran pimpinan secara langsung ini menegaskan komitmen BAZNAS dalam menjaga kualitas, transparansi, serta akuntabilitas seluruh proses rekrutmen.

?Dukungan penuh juga ditunjukkan oleh para amil pelaksana BAZNAS Lombok Tengah yang sigap mengawal jalannya kegiatan. Bertugas mulai dari alur registrasi, pembagian lembar soal, hingga pengawasan di area tes, para amil memastikan seluruh tahapan rekrutmen dapat berjalan dengan tertib, teratur, dan lancar.

?Selama tes berlangsung, suasana di dalam Masjid Agung Praya terasa begitu khidmat. Ratusan peserta fokus dan khusyuk menyelesaikan setiap soal yang diujikan, menciptakan atmosfer yang tenang serta kondusif bagi para pendaftar untuk menuangkan keilmuan agama yang mereka miliki.

?Program rekrutmen ini sendiri dirancang dengan tujuan mulia, yakni untuk memberikan insentif dan apresiasi layak kepada para Guru Kitab dan Tahfidz yang nantinya dinyatakan terpilih. Melalui dukungan insentif dari dana zakat, infak, dan sedekah ini, BAZNAS berharap dapat meningkatkan kesejahteraan serta semangat para ustadz dan ustadzah dalam mengabdi.

?Sebelumnya, keterbukaan proses seleksi ini telah ditunjukkan dengan menyebarkan informasi rekrutmen secara luas melalui kanal media sosial resmi BAZNAS Lombok Tengah. Langkah ini terbukti efektif dalam menjangkau masyarakat luas, sekaligus wujud transparansi BAZNAS dalam mengelola program-program keumatan

22/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS ME
Dukung Lahirnya Generasi Qur’ani, BAZNAS Loteng Beri Kado Spesial untuk 38 Hafiz 30 Juz

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah terus memperluas jangkauan program pengetasan kemiskinan dan peningkatan mutu SDM lewat sektor pendidikan keagamaan. Melalui program unggulan Tastura Cerdas, BAZNAS Lombok Tengah menyalurkan bantuan apresiasi kepada 38 orang wisudawan dan wisudawati Tahfidz Al-Qur'an 30 Juz.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis yang dipusatkan di Dusun Dasan Agung, Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Hadir langsung memimpin jalannya acara sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis, Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah, TGH. Ma'arif Abdul Majid, M.Ag, didampingi oleh tokoh agama, pengurus lembaga tahfidz, serta disaksikan oleh para orang tua wali murid.

Program Tastura Cerdas merupakan satu dari lima program makro BAZNAS Lombok Tengah yang berfokus pada pembiayaan pendidikan, beasiswa, dan stimulasi bagi insan berprestasi, khususnya dari kalangan keluarga kurang mampu (mustahik).

Bantuan yang diserahkan kepada 38 penghafal Al-Qur'an 30 juz ini berfungsi sebagai bentuk reward (apresiasi) sekaligus dukungan dana penunjang pendidikan agar para santri dapat terus melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi tanpa terkendala biaya.

Dalam arahannya, Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah, TGH. Ma'arif Abdul Majid, M.Ag, memaparkan pentingnya memuliakan para penjaga ayat suci sebagai investasi dunia dan akhirat.

"Apresiasi ini adalah amanah dari para muzakki (pembayar zakat) di Lombok Tengah. Kita ingin memastikan bahwa anak-anak kita yang memiliki kelebihan dalam menghafal Al-Qur'an 30 juz ini mendapatkan perhatian layak. Bantuan ini ditujukan agar mereka terus istiqamah menjaga hafalan dan yang terpenting adalah mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam perilaku sehari-hari," terang TGH. Ma'arif Abdul Majid.

Kecamatan Batukliang Utara, khususnya Desa Tanak Beak, dikenal sebagai salah satu wilayah yang subur dengan rumah-rumah tahfidz. BAZNAS berharap intervensi melalui bantuan stimulan ini dapat memicu semangat santri-santri lain di pelosok Lombok Tengah untuk ikut menghafal Al-Qur'an.

Pemerintah desa dan pengurus dunia pendidikan setempat menyampaikan terima kasih mendalam atas kepedulian BAZNAS. Dengan adanya bantuan ini, beban operasional pendidikan para hafiz pasca-wisuda dapat diringankan, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk menjadi tenaga pendidik Al-Qur'an baru di lingkungannya.

Diharapkan, ke-38 wisudawan/wisudawati ini tumbuh menjadi generasi Qur'ani yang tidak hanya matang secara ilmu agama, tetapi juga berwawasan luas, berakhlak mulia, serta membawa keberkahan dan kemajuan bagi masyarakat serta daerah Kabupaten Lombok Tengah di masa depan. (Red)

Keberlanjutan Program Tastura Cerdas dan lahirnya ribuan penghafal Al-Qur'an di Lombok Tengah sangat bergantung pada zakat, infak, dan sedekah yang Anda tunaikan.

BAZNAS Lombok Tengah membuka layanan kemudahan pembayaran ZIS melalui Kantor Layanan Utama Kantor BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah atau melalui Layanan Online & Transfer Melalui nomor rekening resmi BAZNAS Lombok Tengah.

08/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Loteng

Berita Terbaru

BAZNAS Provinsi NTB dan BAZNAS Lombok Tengah Lakukan Monitoring dan Evaluasi Program Rumah Layak Huni dan Gerobak Produktif
BAZNAS Provinsi NTB dan BAZNAS Lombok Tengah Lakukan Monitoring dan Evaluasi Program Rumah Layak Huni dan Gerobak Produktif
Lombok Tengah – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan BAZNAS Lombok Tengah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program Rumah Layak Huni (Mahyani) yang merupakan kerjasama dengan PT Bank NTB Syariah, serta program gerobak produktif yang tersebar di wilayah Lombok Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 18-19 Februari 2025. Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa program-program yang telah dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan dampak positif bagi para penerima manfaat. Perwakilan dari BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wakil Ketua II H. Abdul Hakim dan tim, bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Lombok Tengah, Sapoan, dan tim, turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan berdialog dengan para penerima manfaat. Dalam kegiatan ini, tim melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah layak huni yang telah dibangun, serta mengevaluasi penggunaan gerobak produktif yang telah diberikan. Tim juga berdiskusi dengan para penerima manfaat untuk mengetahui kendala yang mereka hadapi dan memberikan solusi yang tepat. Hasil monitoring dan evaluasi ini akan menjadi bahan evaluasi bagi BAZNAS Provinsi NTB dan BAZNAS Lombok Tengah untuk meningkatkan kualitas program-program yang akan datang. Diharapkan, program-program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA24/02/2025 | Humas BAZNAS Loteng
TPQ Baitul Qurro' Mendo Gelar Wisuda Khotaman dan Imtihan ke-4, BAZNAS Lombok Tengah Beri Apresiasi
TPQ Baitul Qurro' Mendo Gelar Wisuda Khotaman dan Imtihan ke-4, BAZNAS Lombok Tengah Beri Apresiasi
Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Baitul Qurro' Mendo sukses menggelar acara Wisuda Khotaman dan Imtihan ke-4 pada hari Ahad, 23 Februari 2025. Sebanyak 11 santri yang telah belajar Al-Qur'an dengan metode Qiroati diwisuda dalam acara yang penuh khidmat tersebut. Acara wisuda ini dihadiri oleh para orang tua santri, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Tengah Wakil Ketua II TGH Ma'arif Abdul Majid . Kehadiran BAZNAS Lombok Tengah dalam acara ini merupakan bentuk dukungan dan apresiasi terhadap para santri yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur'an. Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS Lombok Tengah memberikan penghargaan kepada masing-masing santri berupa uang tunai sebesar Rp250.000. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar dan mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Acara wisuda ini merupakan momen yang membahagiakan bagi para santri, orang tua. Diharapkan, para santri yang telah diwisuda dapat menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
BERITA24/02/2025 | Humas BAZNAS Loteng
UPZ Bagu Serahkan Infak, Bukti Nyata Dukungan Masyarakat untuk Kemaslahatan
UPZ Bagu Serahkan Infak, Bukti Nyata Dukungan Masyarakat untuk Kemaslahatan
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Bagu menunjukkan komitmennya dalam mendukung program-program BAZNAS Lombok Tengah dengan menyerahkan infak sebesar Rp990.000. Infak ini merupakan hasil pengumpulan dari masyarakat Desa Bagu yang diantarkan langsung ke kantor BAZNAS Lombok Tengah pada Kamis, 20 Februari 2025. Penyerahan infak ini merupakan bukti nyata dukungan masyarakat Desa Bagu terhadap upaya BAZNAS Lombok Tengah dalam meningkatkan kesejahteraan umat. "Kami sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat Desa Bagu. Semoga infak ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar H.Halid Iswadi Tim Pengumpulan BAZNAS Lombok Tengah. Dukungan masyarakat Desa Bagu ini tidak hanya tercermin dari jumlah infak yang diserahkan, tetapi juga dari semangat kebersamaan dan gotong royong yang mereka tunjukkan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bagu memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama. BAZNAS Lombok Tengah mengapresiasi setinggi-tingginya kepada UPZ Bagu dan seluruh masyarakat Desa Bagu atas kontribusi yang telah diberikan. Semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Lombok Tengah.
BERITA20/02/2025 | Humas BAZNAS Loteng
Kisah Sukses Penerima Z-KUP BAZNAS di Lombok Tengah Bukti Nyata Manfaat Zakat
Kisah Sukses Penerima Z-KUP BAZNAS di Lombok Tengah Bukti Nyata Manfaat Zakat
Senyum merekah terpancar dari wajah Nur Jumaah, seorang ibu rumah tangga asal Desa Mertak Tombok, Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Siang itu, di depan Masjid Agung Lombok Tengah, ia sibuk melayani pembeli es kelapa muda segar. Siapa sangka, di balik kesuksesannya berjualan, tersimpan kisah perjuangan dan harapan yang terwujud berkat bantuan zakat dari BAZNAS. Sebelumnya, Nur Jumaah hanya bekerja sebagai petani. Penghasilannya tidak menentu, bahkan seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Namun, semangatnya untuk mengubah nasib tak pernah padam. "Saya selalu bermimpi punya usaha sendiri, agar bisa membantu suami mencari nafkah," ujar Nur Jumaah. Impian itu mulai terwujud ketika ia mendapatkan bantuan Z-KUP (Zakat untuk Kewirausahaan Produktif) dari BAZNAS. "Alhamdulillah, saya mendapatkan bantuan modal usaha dari BAZNAS," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Dengan bantuan gerobdak dan modal tersebut, Nur Jumaah berjualan es kelapa muda. Ia memilih lokasi di depan Masjid Agung Lombok Tengah karena strategis dan ramai pengunjung. Awalnya, ia hanya berjualan dengan gerobak sederhana. Namun, berkat kerja keras dan ketekunannya, usahanya semakin berkembang. "Alhamdulillah, sekarang saya bisa mendapatkan penghasilan yang cukup untuk membantu keluarga. Bahkan, saya bisa menyekolahkan anak-anak," tuturnya. Keberhasilan Nur Jumaah adalah bukti nyata manfaat zakat yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS. Program Z-KUP telah memberikan harapan baru bagi masyarakat kurang mampu di Lombok Tengah untuk mandiri secara ekonomi. "Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para muzaki yang telah membantu saya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan mereka," ucap Nur Jumaah dengan tulus. Kisah inspiratif Nur Jumaah ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat lainnya untuk memanfaatkan program-program pemberdayaan ekonomi dari BAZNAS. Zakat yang disalurkan dengan tepat sasaran mampu mengubah hidup seseorang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
BERITA20/02/2025 | Humas BAZNAS Lombok Tengah
Rumah Impian Jadi Kenyataan: Kolaborasi BAZNAS Hadirkan MAHYANI di Lombok Tengah
Rumah Impian Jadi Kenyataan: Kolaborasi BAZNAS Hadirkan MAHYANI di Lombok Tengah
Kabar gembira datang dari Kabupaten Lombok Tengah. BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi NTB menyalurkan bantuan rumah layak huni (MAHYANI) kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 25 unit rumah telah disalurkan di dua desa, yaitu Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, dan Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang kurang mampu. Program MAHYANI ini bertujuan untuk memberikan hunian yang layak dan nyaman bagi masyarakat. Dalam kegiatan penyaluran ini, hadir Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi NTB, H. Abdul Hakim, SH, yang didampingi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah, Sapoan S.PdI, serta staf pelaksana dari kedua lembaga. Salah satu penerima bantuan, Mahnim, warga Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah, mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas bantuan rumah yang diterimanya. "Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada BAZNAS. Rumah ini sangat berarti bagi kami," ujarnya. H. Abdul Hakim, SH, menyampaikan bahwa program MAHYANI ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap, bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para penerima. Sementara itu, Sapoan S.PdI, menambahkan bahwa kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten dan Provinsi ini merupakan bentuk sinergi yang kuat dalam membantu masyarakat. Ia berharap, program MAHYANI ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.
BERITA20/02/2025 | Humas BAZNAS Lombok Tengah
JEMPUT ZAKAT PENGADILAN AGAMA LOMBOK TENGAH
JEMPUT ZAKAT PENGADILAN AGAMA LOMBOK TENGAH
Lombok Tengah – Tim Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Tengah, yang dipimpin oleh H. Halid Iswadi, melakukan penjemputan zakat di Pengadilan Agama pada Kamis, 20 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Lombok Tengah untuk meningkatkan sinergi dengan berbagai instansi dalam pengelolaan zakat. Penjemputan zakat ini merupakan wujud nyata dari kerjasama yang baik antara BAZNAS Lombok Tengah dan Pengadilan Agama. Diharapkan, kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan. "Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Pengadilan Agama dalam pengelolaan zakat. Semoga zakat yang terkumpul ini dapat disalurkan kepada mustahik yang berhak," ujar H. Halid Iswadi. Zakat yang terkumpul dari Pengadilan Agama akan disalurkan melalui program-program BAZNAS Lombok Tengah yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, seperti bantuan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Penyaluran zakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Lombok Tengah. BAZNAS Lombok Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan memperluas jaringan pengumpulan zakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pengelolaan zakat di Lombok Tengah dapat semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
BERITA20/02/2025 | Humas BAZNAS Loteng
Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah Ikuti Sertifikasi Skema Pimpinan
Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah Ikuti Sertifikasi Skema Pimpinan
Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah baru-baru ini mengikuti program sertifikasi skema pimpinan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS di Baznas Institute. Program sertifikasi ini merupakan langkah strategis BAZNAS dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme para pemimpin lembaga amil zakat di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari sejak tanggal 10-14 februari. Selama mengikuti program sertifikasi, peserta, termasuk Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah, diberikan materi pelatihan yang komprehensif. Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan zakat, seperti tata kelola organisasi yang baik, penghimpunan dan penyaluran zakat yang efektif, serta pengembangan sumber daya manusia. Selain mengikuti materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan para peserta lainnya dari berbagai daerah. Tujuan utama dari program sertifikasi ini adalah untuk menghasilkan pemimpin lembaga amil zakat yang kompeten, profesional, dan memiliki integritas tinggi. Dengan mengikuti program ini, diharapkan Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah dapat membawa pulang ilmu pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam memimpin BAZNAS Lombok Tengah. Dengan semakin banyaknya pemimpin lembaga amil zakat yang memiliki sertifikasi kompetensi, diharapkan pengelolaan zakat di Indonesia dapat semakin berkualitas dan akuntabel. Hal ini akan berdampak positif bagi masyarakat, terutama bagi mustahik yang menjadi sasaran penyaluran zakat.
BERITA17/02/2025 | Humas BAZNAS Loteng
ZMart dari BAZNAS: Mendorong Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Ekonomi
ZMart dari BAZNAS: Mendorong Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Ekonomi
Di tengah aktivitas ramai Jl. Iman Bonjol, Tanjung Selor, cerita inspiratif datang dari seorang ibu bernama Syarifah Latifah. Melalui program ZMart yang diinisiasi oleh BAZNAS RI, Syarifah berhasil mengubah warung kecilnya menjadi usaha yang lebih profesional dan berdaya saing. Hal ini sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi keluarganya. Program ZMart BAZNAS RI dirancang khusus untuk memberdayakan masyarakat mustahik, terutama kaum ibu, dengan menyediakan pelatihan, pendampingan, dan modal usaha. Deputi II BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menjelaskan, program ini bertujuan menciptakan warung modern yang efisien, sekaligus menanamkan nilai kejujuran dan kerja keras. “Kami berharap kaum ibu dapat menjadi pilar ekonomi keluarga yang tangguh dan mandiri,” kata dia. Sementara sebagai penerima manfaat, Syarifah menyampaikan terima kasih pada BAZNAS. Bagi Syarifah, ZMart adalah titik balik yang mengubah hidupnya. "Dulu, warung saya hanya sederhana, sekadar cukup untuk kebutuhan harian. Namun, setelah mendapatkan pendampingan dari BAZNAS RI, saya belajar mengelola keuangan, menata barang, hingga melayani pelanggan dengan lebih baik," ucap dia. Berbekal pengetahuan baru, omzet warung Syarifah meningkat signifikan. Dengan pendapatan tersebut, ia tidak hanya mampu membiayai pendidikan anak-anaknya, tetapi juga membantu tetangganya yang membutuhkan. “Program ini memberikan saya lebih dari sekadar modal, tapi juga harapan untuk masa depan yang lebih baik,” ujar dia menambahkan. ZMart BAZNAS RI membuktikan bahwa pemberdayaan yang tepat dapat membantu kaum ibu seperti Syarifah menjadi agen perubahan bagi keluarga dan masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS RI tidak hanya menciptakan warung modern, tetapi juga mengubah kehidupan banyak keluarga mustahik di berbagai daerah di Indonesia.
BERITA15/02/2025 | Humas
Kisah Keberhasilan Balai Ternak: Zakat sebagai Solusi untuk Keberlanjutan Pakan
Kisah Keberhasilan Balai Ternak: Zakat sebagai Solusi untuk Keberlanjutan Pakan
Di tengah hamparan rumput yang hijau di Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, berdiri sebuah komunitas yang penuh semangat: Berkah Tani. Kelompok ini menjadi salah satu penerima manfaat program Balai Ternak yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Dengan dukungan penuh dari dana zakat, mereka berhasil mengatasi tantangan utama yang sering dihadapi peternak domba: ketersediaan pakan. Salah satu peserta kelompok Berkah Tani adalah Ridwan. Setiap pagi, ia bersama anggota kelompok lainnya mengumpulkan tiga karung rumput segar untuk memberi makan ternak domba mereka. Rutinitas ini adalah bagian dari upaya memastikan keberlanjutan usaha peternakan yang menjadi sumber penghidupan bagi mereka. Sebelum bergabung dengan program BAZNAS, Ridwan menghadapi berbagai kendala dalam usahanya beternak domba. “Dulu, mencari pakan ternak menjadi tantangan besar. Ketika musim kemarau tiba, rumput segar sulit didapatkan, dan kami harus membeli pakan tambahan yang mahal,” ungkap Ridwan. Kondisi ini membuat keuntungan dari usaha ternaknya sangat minim, bahkan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, situasi berubah drastis ketika program Balai Ternak BAZNAS hadir di Desa Cimanggu. Melalui program ini, Ridwan dan anggota kelompok lainnya tidak hanya mendapatkan bantuan modal berupa bibit domba, tetapi juga pendampingan intensif untuk mengelola pakan secara mandiri. “Kami diajarkan cara memanfaatkan lahan kosong untuk menanam rumput gajah. Hasilnya, sekarang kami tidak lagi kesulitan mencari pakan,” ujar dia menjelaskan. Salah satu kunci keberhasilan program ini adalah pendekatan berkelanjutan yang diterapkan oleh BAZNAS. Dengan bimbingan tenaga ahli, kelompok Berkah Tani belajar menanam rumput gajah dan memanfaatkan limbah pertanian sebagai alternatif pakan. Metode ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pakan komersial, tetapi juga menekan biaya produksi. Ridwan menjelaskan, setiap pagi, mereka bersama-sama mengumpulkan rumput untuk kebutuhan ternak. "Selain itu, kami juga diajarkan cara membuat silase, yaitu pakan fermentasi yang bisa disimpan untuk jangka waktu lama. Ini sangat membantu, terutama saat musim kemarau.” Program Balai Ternak tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas peternakan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan jumlah ternak yang semakin bertambah dan kondisi kesehatan ternak yang terjaga, pendapatan kelompok tani ini meningkat secara konsisten. “Sekarang, setiap panen domba, pendapatan kami jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kami bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan bahkan menabung untuk keperluan lain,” kata Ridwan dengan rasa syukur. Keberhasilan ini juga berdampak pada perekonomian desa. Banyak warga yang terlibat dalam proses perawatan ternak, mulai dari pemanenan rumput hingga pengemasan silase. Selain itu, program ini membuka peluang bagi warga lain untuk belajar beternak domba dengan metode yang lebih modern dan efisien. Program Balai Ternak adalah salah satu inisiatif strategis BAZNAS untuk memberdayakan mustahik melalui sektor peternakan. Dana zakat yang dihimpun dari umat Islam digunakan untuk memberikan bantuan modal, pelatihan, dan pendampingan kepada peternak kecil seperti Ridwan. Dengan pendekatan yang holistik, program ini tidak hanya bertujuan mengentaskan kemiskinan, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerimanya. Beberapa waktu lalu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA di Jakarta, menegaskan tentang urgensi program ini. “Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dihimpun benar-benar memberi dampak yang nyata bagi mustahik. Program Balai Ternak dirancang untuk membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Kisah Ridwan dan kelompok Berkah Tani adalah bukti nyata bagaimana zakat dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan ekonomi. Dengan dukungan yang berkelanjutan dari umat Islam, program seperti Balai Ternak mampu memberikan harapan baru bagi mustahik di seluruh Indonesia. Ridwan berharap program ini terus berlanjut dan semakin banyak petani lain yang bisa merasakan manfaatnya. Dengan ilmu dan bantuan yang diberikan BAZNAS, kami bisa mandiri dan membantu orang lain di sekitar kami,” kata dia. Sebagai salah satu pilar Islam, zakat memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan sosial dan ekonomi. Melalui lembaga seperti BAZNAS, zakat dapat dikelola secara profesional dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan pengelolaan yang transparan, umat Islam dapat yakin bahwa zakat mereka membawa manfaat besar bagi sesama. Ridwan mengajak umat Islam untuk terus mendukung BAZNAS. “Apa yang kami capai sekarang adalah berkat zakat dari saudara-saudara kita. Semoga semakin banyak yang sadar akan pentingnya berzakat, sehingga semakin banyak pula yang terbantu,” ucapnya. Program Balai Ternak Sukabumi adalah salah satu dari banyak inisiatif BAZNAS yang membuktikan bahwa zakat dapat menjadi solusi nyata untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan, zakat tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi juga sarana transformasi sosial.
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Mendistribusikan Daging Dam dari Jemaah Haji kepada Warga Indonesia di Arab Saudi
BAZNAS RI Mendistribusikan Daging Dam dari Jemaah Haji kepada Warga Indonesia di Arab Saudi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyalurkan ribuan paket daging olahan Dam jemaah haji kepada warga Indonesia yang bermukim di empat wilayah Arab Saudi, yaitu Riyadh, Buraydah, Damman, dan Mekah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan bahwa total 6.298 paket daging olahan dibagikan kepada 4.348 penerima manfaat. "Alhamdulillah, BAZNAS RI kembali diberi kepercayaan untuk menyalurkan Dam jemaah haji. Ini merupakan amanah besar untuk mengelola Dam jemaah haji secara profesional dan berdampak langsung pada mereka yang membutuhkan," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis pada Senin (9/12/2024). Kiai Noor menekankan bahwa program ini adalah wujud nyata dari pengelolaan Dam yang transparan, profesional, dan tepat sasaran. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung warga Indonesia di Arab Saudi yang membutuhkan. "6.298 paket daging Dam jemaah haji Indonesia yang telah dikemas berupa daging olahan tersebut terdiri dari 2.599 paket daging olahan seberat 500 gram, 712 paket daging olahan seberat 2 kilogram, dan 2.987 paket daging olahan seberat 2,5 kilogram," jelasnya. Program ini, menurut Kiai Noor, mencerminkan kepedulian sosial yang melintasi batas negara. Paket-paket tersebut menjadi simbol solidaritas dari jemaah haji Indonesia bagi sesama warga. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama RI, BPKH, para jemaah haji yang telah menunaikan Dam, dan seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya program ini. Semoga kebaikan ini membawa keberkahan bagi semua pihak, baik yang menerima maupun yang memberi,” ungkapnya. Kiai Noor berharap program ini dapat diperluas di masa depan agar semakin banyak warga yang menerima manfaatnya. “Kami berharap nantinya tidak hanya sekitar enam ribu Dam yang disalurkan seperti sekarang ini, tetapi bisa mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu sesuai dengan jumlah jemaah haji Indonesia,” tambahnya. Penyaluran ini merupakan kali kedua pada tahun 2024. Sebelumnya, BAZNAS RI telah menyalurkan 10 ribu paket daging Dam jemaah haji untuk sekolah Indonesia di Mekah pada 20 Juni 2024, masing-masing dengan berat 2,5 kilogram per paket.
BERITA15/02/2025 | Humas
Menyambut Indonesia Emas 2045, Beasiswa Santri Memegang Peran Penting
Menyambut Indonesia Emas 2045, Beasiswa Santri Memegang Peran Penting
Pemberian beasiswa bagi santri sangat dibutuhkan guna melanjutkan tingkat pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini diharapkan mampu menciptakan generasi unggul menyambut era Indonesia Emas 2045. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan, pada tahun 2024, BAZNAS telah menyalurkan beasiswa kepada 10.000 santri BAZNAS yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hal ini dikatakannya dalam Seminar Nasional dan Pelepasan Duta ASFA bertema Strategi Penguatan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam dalam Rangka Menyongsong Puncak Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045 di Gedung DPR RI, Jakarta baru-baru ini. “Kalau 41 ribu pesantren di Indonesia ini ada kadernya satu per satu saja, maka pesantren kita di Indonesia akan lebih maju lagi,” kata dia. Ia mengatakan, konsep penguatan beasiswa berbasis pesantren yang nantinya kembali kepada pesantren, seperti yang dilakukan ASFA Foundation. Dapat membawa dampak besar bagi kemajuan generasi Indonesia Emas 2045. Kiai Noor juga menyoroti skema beasiswa yang diterapkan ASFA Foundation, dengan pembagian 47 persen untuk Dirosah Islamiyah, 40 persen untuk STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), dan 13 persen untuk bidang sosial dan humaniora. “Artinya bahwa pondok pesantren kalau menggunakan pola ASFA Foundation ini akan menjadi pondok pesantren yang modern dan bisa berkompetisi di Indonesia Emas tahun 2045. Jadi nanti BAZNAS dan lembaga amil zakat yang lain bisa memberikan beasiswa seperti yang dilakukan ASFA,” ucap Kiai Noor. Saat ini, BAZNAS telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 1.000 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Mesir dan Timur Tengah. Mereka diharapkan dapat kembali ke tanah air dan berkontribusi dalam mencetak generasi unggul. Dalam waktu dekat, Kiai Noor mengungkapkan BAZNAS RI akan mengadakan pertemuan dengan LAZ (Lembaga Amil Zakat) di Indonesia guna membahas strategi pemberian beasiswa bagi santri. Pertemuan ini juga akan mencakup usulan Rektor IPB untuk menyediakan beasiswa khusus bagi mahasiswa Palestina. “Ada usulan juga terkait pemberian beasiswa bagi mereka yang memperdalam Ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Hadits. Saya kira ini juga penting sekali dan dibutuhkan di Indonesia, sehingga insya Allah akan kami tindak lanjuti,” katanya. Dengan berbagai inisiatif ini, BAZNAS berharap dapat berperan aktif dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi di masa depan. Kontributor: Amalia Editor: ayu
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS Merancang Strategi Penanggulangan Bencana 2025 demi Menjaga Keselamatan Masyarakat
BAZNAS Merancang Strategi Penanggulangan Bencana 2025 demi Menjaga Keselamatan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tengah merancang strategi khusus untuk mengantisipasi dan menangani potensi bencana pada tahun 2025, sebagai bagian dari upaya melindungi keselamatan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI, Dian Aditya Mandana Putri, dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Program dan Pembinaan BAZNAS Tanggap Bencana 2025” yang diadakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (3/12/2024). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menyoroti tingginya potensi bencana alam di Indonesia, seperti banjir, gempa bumi, hingga letusan gunung berapi. “Mitigasi bencana menjadi langkah strategis yang sangat penting untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat,” ujar Prof. Nadra. Ia menambahkan, strategi penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menciptakan masyarakat yang lebih tangguh, baik secara fisik, mental, maupun spiritual, dalam menghadapi berbagai bencana. Dian Aditya Mandana Putri menjelaskan bahwa BAZNAS RI telah merumuskan tiga pilar utama dalam strategi penanganan bencana, yakni penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan penyempurnaan standar layanan. “Ketiga pilar ini dirancang agar dapat diterapkan meskipun tidak dalam situasi darurat, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana,” ungkapnya. BAZNAS juga menjalankan sejumlah program mitigasi bencana untuk mengurangi dampak dan jumlah korban, seperti Kampung Tanggap Bencana, Madrasah Aman Tanggap Bencana, dan BTB Goes to School. “Program-program ini bertujuan mendampingi masyarakat di daerah rawan bencana agar mereka memiliki kesiapan dan pemahaman dalam menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, mereka dapat bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi,” jelas Dian. Ia menyebutkan, program-program tersebut telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat di daerah pedesaan, bahkan beberapa desa kini mampu membantu wilayah tetangga yang terkena bencana. “Alhamdulillah, di beberapa wilayah program ini telah berhasil. Bahkan, masyarakat setempat mampu membentuk kelompok kerja (pokja) tanggap bencana untuk membantu desa atau kelurahan lain yang terdampak,” ujarnya. Hingga akhir 2024, BAZNAS RI telah menginisiasi 27 lokasi Kampung Tanggap Bencana di berbagai wilayah Indonesia. “Ke depan, kami berencana menambah lokasi baru sekaligus memastikan keberlanjutan program di 27 titik yang sudah ada. Tujuannya agar masyarakat lebih siap jika terjadi bencana,” tutup Dian. KONTRI : RIPALDI EDITOR : PUTRI
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Mempertahankan Sertifikasi ISO dan Mengoptimalkan Transparansi dalam Pengelolaan Zakat
BAZNAS RI Mempertahankan Sertifikasi ISO dan Mengoptimalkan Transparansi dalam Pengelolaan Zakat
BAZNAS_RI_Mempertahankan_Sertifikasi_ISO_dan_Mengoptimalkan_Transparansi_dalam_Pengelolaan_Zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil mempertahankan dua sertifikasi penting, yaitu ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang diterbitkan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia. BAZNAS terus meneguhkan penerapan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI) dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diterima dari para muzaki. Penyerahan simbolis kedua sertifikat tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Rabu (5/2/2025). Hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., bersama perwakilan dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia, Eko Sutrisno. "Alhamdulillah BAZNAS RI berhasil mempertahankan sertifikat ISO setiap tahun. Ini menjadi bukti keseriusan kami dalam mengawasi dan mengoptimalkan manajemen internal BAZNAS," kata Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Ketua BAZNAS RI tersebut menjelaskan bahwa lembaganya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan zakat sesuai dengan standar ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2016. Tujuannya adalah agar pengelolaan zakat dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan transparan. Menurut Kiai Noor, ISO 9001:2015 bertujuan untuk memastikan kualitas manajemen, menjamin bahwa layanan yang diberikan memenuhi standar mutu dan mematuhi regulasi yang berlaku. Sedangkan sertifikasi ISO 37001:2016 adalah komitmen BAZNAS untuk menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan zakat serta mencegah korupsi dan praktik suap. BAZNAS memperoleh sertifikat ISO 37001:2016 setelah menjalani audit ulang oleh Badan Sertifikasi Garuda Sertifikasi Indonesia dengan cakupan layanan pengelolaan zakat, pengumpulan, pendistribusian, dan pendukung lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zainulbahar Noor, Pimpinan BAZNAS Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan, menyampaikan bahwa pencapaian ini akan memotivasi BAZNAS untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Menurutnya, penghargaan ini juga menunjukkan bahwa manajemen BAZNAS memenuhi standar yang berlaku. Eko Sutrisno dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia memberikan penghargaan kepada BAZNAS atas keberhasilannya mempertahankan dua sertifikat ISO tersebut, yang menurutnya menunjukkan bahwa BAZNAS tetap menjaga kepercayaan publik dan menjadi contoh bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya di Indonesia. Ia berharap BAZNAS dapat memperluas penerapan standar ini ke tingkat daerah, memastikan transparansi dan akuntabilitas terjaga. Untuk informasi, BAZNAS pertama kali mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 pada 2018 dan terus memperbaharui sertifikasinya, hingga kini memperoleh versi terbaru ISO 9001:2015 dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia. Begitu pula dengan ISO 37001:2016 yang pertama kali diterapkan pada 2019, dan kini diperoleh dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia dengan cakupan seluruh unit kerja BAZNAS. kontributor: meisa editor: mas
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Meraih Penghargaan CSR Award 2024 atas Kontribusi dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat
BAZNAS RI Meraih Penghargaan CSR Award 2024 atas Kontribusi dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuktikan komitmen dalam memberdayakan masyarakat dengan menerima penghargaan kategori gold pada ajang Indonesian SDGs Awards 2024. Penghargaan tersebut diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD). Acara penganugerahan berlangsung di Jakarta, Kamis (28/11/2024), dengan penghargaan diterima langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, didampingi Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR, Eka Budhi Sulistyo. Saidah mengungkapkan, penghargaan ini adalah pengakuan atas kerja keras BAZNAS dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. "Ini juga menjadi motivasi bagi kami selaku lembaga pengelola zakat untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa,” ujar dia. Ia menambahkan, penghargaan ini mencerminkan keberhasilan program-program BAZNAS RI, seperti Lumbung Pangan, Balai Ternak, dan Zakat Community Development, yang berbasis dana ZIS serta unit pengumpulan zakat (UPZ) dan CSR. Program tersebut telah berkontribusi besar dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia. “BAZNAS RI sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, selain sebagai lembaga yang aktif dalam pengumpulan zakat, infak dan sedekah, juga melakukan penyaluran dalam bentuk pendistribusian dan pendayagunaan zakat," ucap Saidah. Dalam implementasinya, BAZNAS RI menerapkan prinsip “3A”, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. “Prinsip '3A' ini bukan hanya slogan, tetapi merupakan komitmen nyata kami untuk memastikan bahwa setiap dana yang dikelola benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” kata dia. Lebih lanjut, Saidah menyampaikan bahwa inovasi program pemberdayaan umat akan terus ditingkatkan. "Kami ingin zakat tidak hanya menjadi alat bantu perekonomian, tetapi juga solusi berkelanjutan yang mampu mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih mandiri," tutur dia. Dengan penghargaan ini, BAZNAS RI berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. “BAZNAS RI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program-programnya dan memperluas jangkauan manfaatnya bagi masyarakat," ujar Saidah. PENULIS : ILHAM EDITOR : YMK
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS Mengoptimalkan Dana Zakat untuk Memperluas Akses Kesehatan Nasional
BAZNAS Mengoptimalkan Dana Zakat untuk Memperluas Akses Kesehatan Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan perannya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengelolaan dana zakat yang lebih terarah dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta. Hal ini diungkapkan oleh Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, dalam sebuah rapat yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI terkait kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, Kamis (28/11/2024). Saidah menjelaskan, potensi zakat yang sangat besar di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program prioritas kesehatan nasional. Melalui pengelolaan dana zakat yang lebih strategis, BAZNAS bertujuan menarik lebih banyak kontribusi dari para muzaki untuk mendanai program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, BAZNAS telah mengalokasikan anggaran yang meningkat setiap tahun untuk mendukung program kesehatan. Fokus utama mencakup layanan kesehatan dasar, respons tanggap darurat, hingga pengentasan masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius di banyak wilayah Indonesia, khususnya daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Lebih lanjut, Saidah menegaskan bahwa program-program kesehatan yang dikelola BAZNAS selaras dengan prinsip maqashid syariah, yang salah satunya menekankan pentingnya menjaga jiwa manusia. Pendekatan ini sekaligus memperkuat ikatan spiritual antara muzaki dan mustahik, serta berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan kekurangan gizi. “Kami terbuka untuk kerja sama yang lebih luas demi mendukung prioritas kesehatan nasional. Dengan optimalisasi dana zakat, kami yakin dapat memberikan dampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok mustahik,” tutup Saidah.
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Bersama Mustahik Menggelar Doa untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi di NTT
BAZNAS RI Bersama Mustahik Menggelar Doa untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi di NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan doa bersama atau mujahadah bersama para mustahik untuk mendoakan masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara ini berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Jum’at, (29/11/2024). Acara tersebut dipimpin oleh H. Achmad Sudrajat, Lc., MA, selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional. Ia mengajak semua pihak untuk terus mendoakan para korban bencana yang sedang menghadapi situasi sulit. "Doa merupakan salah satu bentuk dukungan dan solidaritas yang sangat penting, selain bantuan materi. Doa dapat memberikan kekuatan kepada mereka untuk menghadapi cobaan ini," ujar Achmad. Pada kesempatan itu, Achmad juga memberikan apresiasi kepada Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang sejak awal sudah sigap membantu masyarakat terdampak. Ia memuji kerja cepat dan terorganisir dari tim tersebut dalam memberikan berbagai bantuan yang sangat dibutuhkan para pengungsi. "Alhamdulillah, Tim BTB telah mendirikan dapur umum, dapur air, dan mendistribusikan bantuan seperti air bersih, selimut, peralatan masak, hingga layanan medis untuk ribuan pengungsi di posko-posko evakuasi. Kehadiran ini adalah wujud nyata kepedulian kita untuk meringankan beban saudara-saudara kita," tambah Achmad. Achmad juga mengapresiasi dukungan dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani, yang telah memberikan infak sebesar Rp250 juta untuk membantu korban erupsi Gunung Lewotobi di NTT. "Semoga jumlah infak ini terus bertambah sehingga lebih banyak masyarakat terdampak yang bisa terbantu," katanya. Selain itu, Achmad mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendukung dan berkontribusi melalui BAZNAS. Ia menegaskan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk mendampingi masyarakat terdampak hingga masa pemulihan selesai. Melalui doa, mujahadah, dan aksi nyata, BAZNAS ingin memastikan para korban tidak merasa sendiri dalam menghadapi bencana ini. "Kita bersama-sama membantu mereka untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan penuh harapan," ujar Achmad. "Mari kita doakan juga para petugas di lapangan dan masyarakat NTT yang sedang berjuang menghadapi bencana ini. Semoga Allah memberikan kekuatan, kesabaran, dan keberkahan untuk mereka," tutupnya. PENULIS : AHMAD RIPALDI EDITOR : NOVAN
BERITA15/02/2025 | Humas
BAZNAS Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik dengan Memberdayakan Peternak Kambing Perah
BAZNAS Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik dengan Memberdayakan Peternak Kambing Perah
Di tengah upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung mustahik untuk keluar dari jerat kemiskinan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui program peternakan berkelanjutan, seperti yang terlihat di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Herman, seorang anggota Kelompok Peternak Galuh Sejahtera, menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program ini. Ia bukan sekadar peternak biasa, tetapi seorang pionir yang berperan aktif dalam memeriksa status reproduksi kambing perah milik kelompoknya. Dengan bimbingan dan dukungan BAZNAS, Herman berhasil memastikan proses peternakan berjalan dengan efisien dan berkelanjutan. Program pemberdayaan yang digagas oleh BAZNAS memiliki visi besar, yaitu mengubah mustahik menjadi muzaki. Dalam konteks peternakan, visi ini diwujudkan melalui peningkatan kapasitas para peternak seperti Herman yang awalnya bergantung pada bantuan, kini mampu mandiri secara ekonomi. Herman telah dilatih untuk memahami siklus reproduksi kambing perah, mulai dari masa non-laktasi hingga kebuntingan lebih dari tiga bulan. Dengan pengetahuan ini, ia dapat menentukan waktu kawin ulang yang optimal, sehingga menghasilkan populasi kambing yang sehat dan produktif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produksi susu tetapi juga menjaga keberlanjutan populasi ternak. Keberhasilan program peternakan berkelanjutan ini mencerminkan prinsip tujuan syariah (maqashid syariah), yaitu menjaga keberlanjutan kehidupan umat. Peternakan kambing perah tidak hanya menghasilkan susu sebagai produk utama, tetapi juga memberikan manfaat tambahan seperti penjualan anak kambing, pupuk organik dari kotoran ternak, dan peluang usaha lain yang dapat mendukung ekonomi keluarga. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada hasil langsung, tetapi juga menciptakan efek domino yang mendukung ekosistem ekonomi lokal. BAZNAS memainkan peran strategis sebagai agen pemberdayaan ekonomi umat. Di Desa Handapherang, program ini menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan melalui pendampingan intensif oleh tenaga ahli. Para peternak tidak dibiarkan bekerja sendiri. Mereka mendapatkan pelatihan teknis, fasilitas peternakan, dan pendampingan dalam manajemen reproduksi ternak. Hal ini memastikan setiap langkah yang diambil sesuai dengan standar terbaik. Herman, misalnya, kini memahami bagaimana mendeteksi fase reproduksi kambing perah dengan akurat, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan efisiensi peternakan. Manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan oleh Herman dan kelompoknya, tetapi juga oleh masyarakat sekitar. Produksi susu yang meningkat membuka peluang usaha baru seperti pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, keberadaan kambing perah memberikan manfaat tambahan berupa pupuk organik untuk pertanian lokal, menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan di kalangan masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas ini juga mempererat hubungan antaranggota kelompok peternak, menciptakan rasa solidaritas dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama. Keberhasilan ini turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat oleh BAZNAS. Dengan pendekatan yang terukur dan terencana, BAZNAS membuktikan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sesaat tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan berkelanjutan. Herman dan kisah suksesnya menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat membawa perubahan besar jika dikelola dengan profesional dan amanah. Program peternakan berkelanjutan ini adalah contoh bagaimana zakat dapat bertransformasi dari sekadar ibadah individual menjadi instrumen sosial yang memberikan dampak luas. Kisah Herman juga menginspirasi peternak lain di wilayah tersebut. Mereka melihat bahwa dengan kerja keras, kemauan untuk belajar, dan dukungan yang tepat, mustahik dapat mengubah nasib mereka dan menjadi mandiri. Kisah ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk berikhtiar dan berinovasi, seraya mengandalkan Allah dalam setiap langkah. Herman, yang kini lebih percaya diri dan mandiri, adalah cerminan keberhasilan dari sinergi antara zakat, program pemberdayaan, dan semangat individu untuk bangkit dari keterbatasan. Pelajaran berharga dapat diambil dari program ini. Bagi para muzaki, kisah ini mengingatkan bahwa zakat yang ditunaikan dapat membawa perubahan besar jika dikelola dengan baik. Bagi mustahik, kisah ini menunjukkan bahwa zakat bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari perjalanan menuju kemandirian. Bagi lembaga seperti BAZNAS, keberhasilan ini adalah motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan program pemberdayaan yang dijalankan. Dalam Islam, zakat bukan hanya alat untuk mengentaskan kemiskinan, tetapi juga sarana untuk membangun peradaban yang lebih adil dan sejahtera. Kisah Herman di Desa Handapherang adalah satu dari sekian banyak bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi katalisator perubahan dalam masyarakat. Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengelolaan zakat yang lebih baik, baik dengan menunaikan zakat, mendukung program pemberdayaan, maupun menyebarkan inspirasi dari kisah-kisah sukses seperti ini. Dengan begitu, zakat tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga menjadi sarana kolektif untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan. Program-program seperti ini membuktikan bahwa zakat dapat membawa perubahan nyata, mengangkat mustahik dari kemiskinan, dan menginspirasi mereka untuk berkontribusi lebih besar bagi masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, BAZNAS dapat terus menjadi pelopor dalam memberdayakan umat melalui zakat, membawa harapan baru bagi kehidupan yang lebih baik. PENULIS : RUMINI EDITOR : MAS
BERITA15/02/2025 | Humas
Sinergi BAZNAS dan Pemdes Murbaya Hasilkan Pengumpulan ZIS Optimal
Sinergi BAZNAS dan Pemdes Murbaya Hasilkan Pengumpulan ZIS Optimal
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Tengah terus berupaya meningkatkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah desa. Contohnya, di Desa Murbaya, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, sinergi antara Baznas dan pemerintah desa telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Kepala Desa Murbaya secara resmi menyerahkan hasil pengumpulan infak kepada Halid Iswadi, seorang staf dari Baznas Kabupaten Lombok Tengah. Prosesi penyerahan ini berlangsung di kantor desa, disaksikan oleh para perangkat desa. Halid Iswadi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang baik dari Pemerintah Desa Murbaya. Ia menekankan bahwa sinergi semacam ini sangat krusial dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ZIS. Kepala Desa Murbaya juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program Baznas, terutama yang bertujuan untuk meningkatkan pengumpulan ZIS di desanya. Ia mengajak seluruh warga Murbaya untuk secara rutin menunaikan ZIS sesuai dengan kemampuan masing-masing. Lebih lanjut, Kepala Desa Murbaya berharap bahwa dengan sinergi yang terus terjalin dengan baik, pengumpulan ZIS di Desa Murbaya akan terus meningkat. Dengan demikian, akan semakin banyak program-program Baznas yang dapat disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Optimalisasi pengumpulan ZIS ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah. Baznas Kabupaten Lombok Tengah akan terus berupaya membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk memaksimalkan pengumpulan ZIS, sehingga mereka dapat memberikan bantuan yang lebih besar kepada masyarakat yang membutuhkan.
BERITA11/02/2025 | Humas BAZNAS Lombok Tengah
BAZNAS Lombok Tengah Optimalkan Layanan Jemput ZIS, DPRD Berikan Dukungan
BAZNAS Lombok Tengah Optimalkan Layanan Jemput ZIS, DPRD Berikan Dukungan
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Tengah secara rutin melakukan penjemputan zakat profesi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah. Layanan ini diinisiasi oleh Baznas untuk memudahkan para anggota dewan dalam menunaikan kewajiban zakatnya. Halid Iswadi, petugas dari Baznas Kabupaten Lombok Tengah, adalah sosok yang bertanggung jawab dalam melakukan penjemputan zakat ini setiap bulannya. Kegiatan ini telah berlangsung selama beberapa tahun, menunjukkan komitmen yang kuat dari para anggota DPRD Lombok Tengah dalam mendukung program-program Baznas. "Kami sangat mengapresiasi kesadaran para anggota DPRD Lombok Tengah dalam menunaikan zakat profesi mereka. Ini merupakan contoh yang baik bagi masyarakat lainnya," ujar Halid Iswadi. Zakat yang terkumpul dari para anggota dewan ini akan disalurkan oleh Baznas kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa. Program-program Baznas diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah. Baznas Kabupaten Lombok Tengah terus berupaya meningkatkan layanan jemput zakat untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakatnya. Selain itu, Baznas juga melakukan sosialisasi mengenai pentingnya zakat bagi kesejahteraan umat. Diharapkan, semakin banyak masyarakat yang sadar akan kewajiban zakat, maka semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada sesama. Baznas Kabupaten Lombok Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah yang lebih baik melalui zakat.
BERITA11/02/2025 | Humas BAZNAS Lombok Tengah
Sinergi BAZNAS Lombok Tengah dan Ponpes Al Iklasah Wujudkan Kepedulian Sosial
Sinergi BAZNAS Lombok Tengah dan Ponpes Al Iklasah Wujudkan Kepedulian Sosial
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program santunan anak yatim. Kali ini, BAZNAS Lombok Tengah bekerja sama dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Iklasah Sisik dalam menyalurkan bantuan kepada puluhan anak yatim yang tinggal dan menimba ilmu di pesantren tersebut. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ilham QH dan Hali Iswadi, perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah, sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa, serta mendukung pendidikan mereka. BAZNAS Lombok Tengah menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada para penerima manfaat. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah dan doa bersama untuk keberkahan hidup anak-anak yatim. Program ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun sinergi dengan lembaga-lembaga pendidikan, khususnya pesantren, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat. Sementara itu, pengasuh Ponpes Al Iklasah Sisik mengapresiasi langkah BAZNAS Lombok Tengah yang telah peduli terhadap anak-anak yatim di pesantrennya. Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari masyarakat sekitar. Mereka berharap sinergi antara BAZNAS dan lembaga pendidikan seperti Ponpes Al Iklasah dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak anak yatim dan kaum dhuafa yang terbantu. Melalui program ini, BAZNAS Lombok Tengah kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya mengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun kesejahteraan sosial dan pendidikan di masyarakat. Diharapkan, sinergi antara BAZNAS Lombok Tengah dan Ponpes Al Iklasah ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain untuk turut serta dalam aksi kepedulian sosial, khususnya dalam mendukung masa depan anak yatim dan generasi penerus bangsa.
BERITA11/02/2025 | Humas BAZNAS Lombok Tengah
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lombok Tengah.

Lihat Daftar Rekening →